Ada Lumpur Kubangan Kerbau di Tengah Jalan Raya

0
415

Ada banyak pejabat yang berlalu lalang, hilir mudik dan silih berganti setiap saat dan setiap waktu juga setiap harinya melewati jalan padat karya kelurahan Buntok kota yang dulu meripakan komplek perumahan para pemangku eselon di pemerintahan, namun kini jalan yang menuju komplek itu sudah rusak berat teramat parah, tapi yang melewatinya malah mulai dari PNS bawahan hingga PNS setingkat dengan Kepala atau Sekretaris Kantor, Badan dan Dinas atau Kepala Keuangan hingga Bendahara Umum sebuah Kantor Pemerintahan maupun sampai camat atau setingkat lebih rendah pula mulai dari SatPol PP, Kabid dan Kabag hingga Kepala Sekolah, Guru-Guru, Penjaga Sekolah hingga Murid-murid SDN dan Siswa SLTP, SLTA hingga mahasiswa atau mahasiswi, Penyidik maupun Perwira TNI maupun sampai ke Para Rekanan hingga Ketua RT, RW dan Karang Taruna sampai kepasukan tagana, juga para loyer atau pengacara dan eksekutif penting lainnya, namun anehnya semua tidak bergening, tidak bergeming semua diam, semua membisu dan semua pasrah juga semuanya bagai tidak berdaya buta mata buta hati dan buta konegsi hanya bisa tutup mata tutup telinga juga tutup matahati nurani serta menikmati detik demi detik adanya pemandangan pilu menyakitkan atas kehadiran dari danau-danau berlumpur bagai kubangan kerbau yang sangat tak di harapkan bahkan di laknatkan.

Namun lucunya ada tepat di tengah jalan raya milik Pemerintah dan juga berada di tengah kota di depan rumah para petinggi dari pejabat pemerintahan yang sedang berkuasa pula, namun tragisnya tidak satupun yang mau perdulikan bahkan hanya di nikmati saja bagai sebuah “Danau Metropolis” yang terlepas dari jeratan Hukum dan jeritan masyarakat kecil yang ikut setiap saat menderita bahkan terzalimi, hanya karena ulah para pengawas tehnis dan direksi tehnis juga PPTK & KPA juga kepala Dinas dari Pekerjaan Umum Daerah Kabupaten Barito Selatan yang tidak menggunakan pola pikir jeniusnya, hak & kewajibannya serta tidak menggunakan pengalaman ilmiahnya sebagai orang yang ahli di bidangnya atau di tehnisnya dalam mengawasi, mengakumudir saat di laksanakan proyek jalan tersebut oleh para rekanan yang juga konon seorang politisi lalu ada dilematis dan kekakuan yang melahirkan keengganan, kesungkanan, risih, risau, resah dan malah hanya berdiam diri untuk seiya sekata di kuasai oleh rasa takutnya bahkan minus pengawasan dan perencanaan sehingga apa adanya tidak berkwalitas dan tidak senergi dengan pengorbanan atas uang rakyat yang di amanahkan kepadanya dan sudah pula di turunkan ratusan juta rupiah bahkan milyaran rupiah se tangan guna hal yang lebih baik lagi namun bagaikan hilang percuma bahkan bagai di telan bumi saja, tanpa bekas dari asal jalan yang dulu pernah baik lantaran sebelumnya sudah di hotmixkan, mulus dan berkwalitas tinggi namun akhir-akhir ini malah semuanya sirna, raib dan hilang saja namun lucunya malah di timbun dengan tanah lumpur-lumpur sehingga menjadikannya danau lumpur kubangan kerbau yang menyakitkan bahkan menyengsarakan masyarakat banyak, yang tinggal diam dan berada di komplek jalan padat karya yang kini sudah parah dan teramat berat hancur jalannya.

(Tim TM/Indra Sy/Dhiant Sy/Lsm Senator 2000/NRoss Sy/tabloidmilitan.com/EllanxRoss Sy/Zharram Sy/TM)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here