Antisipasi Banjir legislator Kotim Minta Lakukan Normalisasi Sungai & Sterilisasi Drainase

0
207

Sampit, www.tabloidmilitan.com
Antisipasi terjadinya banjir di Kota Sampit yang langganan terjadi pada saat musim penghujan, Wakil Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Dadang Siswanto SH meminta agar pihak pemerintah daerah melalui instansi teknis terkait mulai melakukan pengawasan terhadap saluran drainase maupun anak sungai yang saat ini dinilai masih kurang pemeliharaan tersebut.

Menurutnya beberapa anak sungai di Kecamatan Baamang, maupun saluran drainase perlu dilakukan sterilisasi agar air pasca turun hujan tidak mengendap hingga rentan menyebabkan banjir dadakan yang menyasar hingga ke pemukiman warga masyarakat diwilayah setempat.

“Sebagai wakil rakyat khususnya dapil II Kecamatan Baamang, kami minta agar pemerintah daerah melalui dinas teknisnya segera melakukan penanganan serius terhadap drainase hingga normalisasi sungai yang saat ini kurang maksimal dalam mengalirkan air ketika musim hujan seperti sekarang ini terjadi,” ungkap Dadang kepada awak media, Rabu (11/05/2022).

Dia juga menjelaskan, dimana Kecamatan Baamang sendiri merupakan daerah yang sudah tergolong rendah terutama pemukiman masyarakat yang berada tidak jauh dari jangkauan DAS Mentaya itu, sehingga dinilai rentan terdampak musibah banjir ketika musim cuaca ekstrim seperti sekarang ini.

“Bahkan didaerah kelurahan yang kategorinya tinggi saja masih bisa terjadi banjir, apalagi daerah yang kategori rendah. Itu akibat endapan air yang tidak mengalir sebagaimana mestinya, untuk itu kita mendorong pihak terkait benar-benar melakukan pengawasan akan hal ini, jangan sampai masyarakat kita nantinya menjadi korban kurangnya perhatian akan hal ini,” timpalnya.

Legislator ini juga meminta warga masyarakat untuk tetap melestarikan budaya atau tradisi gotong-royong membersihkan lingkungan untuk menghindari dampak-dampak negatif musim penghujan yang saat ini diperkirakan oleh pihak BMKG akan terus berlanjut hingga akhir bulan ini.

“Tradisi gotong-royong kita juga harus tetap dilestarikan, bersihkan drainase yang ada dilingkungan guna mencegah penyumbatan yang bisa mengakibatkan banjir pada daerah setempat. Kalau Drainase bagus, sungai juga bagus maka potensi banjir tidak akan terjadi, kalaupun banjir nantinya tidak akan lama,” tutupnya mengingatkan. (Tim TM Kotim).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here