Antisipasi Kepunahan Seni Bela Diri Kuntau Sebagai Salah Satu Jati Diri Daerah, Legislator Rimbun Meminta Ini …???

0
229

Sampit, www.tabloidmilitan.com
Antisipasi tergerusnya bahkan punahnya seni dan budaya daerah yang merupakan warisan dari para leluhur, salah satunya seni bela diri Kuntau, Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, Rimbun, ST meminta agar Pemerintah Daerah lebih serius dalam memperhatikan maupun mendukung kemajuan seni bela diri Kuntau tersebut.

“Tentunya kami berharap pemerintah daerah atau melalui instansi teknis terkait lebih serius lagi memperhatikan seni bela diri, salahnya Kuntau yang merupakan¬† salah satu jati diri Suku Dayak. Dan di Kotim ini, seni bela diri Kuntau sangat menonjol di masyarakat, jadi sangat wajib untuk dikembangkan dan dilestarikan,” ungkap Rimbun kepada awak media, Senin (04/04/2022).

Tidak hanya itu, Dia juga menegaskan, untuk menghindari kepunahan atau tergerusnya seni bela diri kuntau yang merupakan warisan turun temurun dari nenek moyang suku Dayak terutama dari pengaruh budaya luar, diperlukan langkah-langkah strategis dalam upaya pengembangan agar potensi tersebut tetap terjaga.

“Bukan hanya dijadikan bahan peninggalan terhadap anak cucu kelak, tetapi menjadi suatu keharusan, karena seni bela diri Kuntau ini adalah seni yang sudah menjadi salah satu ciri khas budaya daerah, identik hubungannya dengan beragam tradisi di daerah ini, makanya harus kita jaga dan tetap dijaga kelestariannya,” timpalnya.

Menurutnya, selama ini pemerintah daerah melalui instansi terkait yakni Pariwisata masih minim dalam memperhatikan seni tersebut. Hal itu dibuktikan dengan tidak adanya wadah atau tempat atau sejenis pedepokan khusus yang menjadi wadah menampung minat maupun bakat para pesilat atau pelaku seni bela diri dimaksud.

“Bila nanti ada semacam pedepokan atau sanggar khusus untuk kesenian bela diri Kuntau ini, maka para pendatang yang ingin mengetahui tentang suku Dayak tidak jauh-jauh lagi datang ke pelosok desa-desa, terutama di bidang seni bela diri maupun lainnya,” tandasnya.

Dia juga berpesan, agar instansi terkait tidak pilah pilih dalam program pelestarian atau pengembangan nantinya, terlebih menyangkut seni dan budaya yang menjadi jati diri daerah. Sehingga menurutnya sudah sewajarnya harus diberdayakan.

“Peningkatan wisata daerah tanpa identitas seni dan budaya daerah yang merupakan jati diri daerah itu sendiri, maka akan percuma jadinya, destinasi wisata itu bisa laku kalau bersinergi dengan identitas suatu daerah itu sendiri, kita contohkan Bali saja yang dikenal hingga mancanegara karena jualan wisatanya jelas, dan tidak meninggalkan eksistensi budaya maupun tradisinya hingga pada tingkat seni lainnya yang merupakan wujud wajah Bali itu sendiri,” tutupnya. (Tim TM Kotim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here