Apa Jadinya Bila Negara Kalah (Dengan Bandar Narkoba)

0
1831

Buntok, www.tabloidmilitsn.com.                        Sungguh ironisnya bila hukum sudah tidak membela Negara dan memandang Musuh Negara yang jelas jelas mesin penghancur generasi muda harapan bangsa seperti para bandar dan budak sabu atau narkotika bisa di bela mati-matian, sehingga hukumannya jadi ringan dan di ringankan seperti kasus bandar sabu yang ada di kota Barito Selatan yang memiliki barbuk sabu hampir seberat 200 gram oleh salah satu bandar sabu residivis atau dengan kata lain pelaku kasus yang sama.

Selasa 22.08.2023 saat di kompirmasi ke Polres di Mako sababilah, Buntok Barito Selatan yang di terima oleh Iptu Rizky Atmaka Rahadi, s.i.k kasat Narkoba. melalui Buser  Aipda Andika mengatakan “Sudah ada seorang bandar yang terkenal licin di barsel, dengan barbuk sabu seberat 200 gram pemilik barang haramnya sudah kami tangkap dan kami tuntut 20 tahun penjara dan di putuskan 18 tahun kurungan penjara dengan denda atau subsider sebesar Rp 2000 juta, sebab dia juga residivis kasus yang sama dan tiada hal yang bisa meringankannya”.

Namun sayangnya partisipasi Polres Barito Selatan yang begitu besar harus off karena kalah dengan keputusan banding yang menurunkannya hanya jadi 12 (dua belas, red) tahun kurungan penjara seolah MENERABAS amanah KUHAP yang menggaris-bawahi kasus narkoba apalagi residivis dengan barbuk yang cukup banyak hampir tidak ada yang meringankan, namun banding yang di ajukannya ada saja celahnya, maka diapun sampai memperoleh keringanan sebanyak enam (6) tahun dari 18 tahun jadi 12 tahun kurungan penjara.

Putusan banding yang menurunkan dari 18 tahun penjara menjadi 12 tahun kurungan penjara atau turun 6 tahun dari putusan pengadilan negeri Buntok, ternyata ini bukti besar negara sudah kalah terhadap para musuhnya yaitu para bandar sabu yang sesungguhnya mesin penghancur generasi muda dan jelas-jelas melawan hukum namun bisa menang melawan negara terang aktivistas saat di minta diksinya.

Gerah, miris dan prihatin ujarnya saat melihat perangai para penegak hukum di negeri ini yang katanya mewakili negara untuk menegakkan hukum setegak tiang sang saka dan mampu memberi keadilan koq bisa kalah pula dengan musuh negara dan para pelawan hukum.

Saat hal itu di tanyakan ke pihak rutan kelas 2b Buntok apa benar ada warga binaannya yang menang saat banding melawan negara, namun penulis malah mendapat hambatan dan intimidatif luar biasa dan yang tidak semestinya karena pihak otoritas rutan raut kelas 2b pun menyebutkan keterangan yang di mintai itu adalah “rahasia negara” (23.08.2023) dan tidak bisa di ceritakan, jangankan wartawan pihak penyidik pun tidak kami berikan ujarnya dengan nada yang sangat kasar tidak bersahabat dan sungguh tidak mencerminkan kemitraan, sebab ini untuk bersama, bagaimana meminimalitasi gerak cepat para budak sabu yang sudah sangat berani melawan hukum dan tidak ada efek jeranya bahkan terlihat sangat kuat sehingga bisa memperoleh keputusan yang sangat meringankan itu, seolah pertanda gong kekalahan negara sudah ada di depan hidung kita tutupnya miris menakutkan dan seolah menggelap-gulitakan dunia dan merobohkan tiang sang saka keadilan. (Tim TM Barsel/LSM Senator 2000)

- Advertisement -
Tabloid Militan
Tabloid Militan
Developer: Idmstore
Price: Free
  • Tabloid Militan Screenshot
  • Tabloid Militan Screenshot
  • Tabloid Militan Screenshot
  • Tabloid Militan Screenshot
  • Tabloid Militan Screenshot
  • Tabloid Militan Screenshot
  • Tabloid Militan Screenshot
  • Tabloid Militan Screenshot
Artikulli paraprakPencanangan Bapak dan Bunda Asuh Anak Stunting
Artikulli tjetërDiperlukan SDM Penyuluh Pertanian Berkualitas Handal dan Berkemampuan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini