Cegah Karhutla, Waket I DPRD Kotim Sebut Pemdes Harus Ikut Andil

0
213

Sampit, www.tabloidmilitan.com
Cegah bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang sering terjadi terlebih pada musim kemarau, Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Provinsi Kalimantan Tengah, H. Rudianur meminta kepada seluruh jajaran perangkat desa dan masyarakat di wilayah masing-masing bisa ikut andil mengamankan desanya dari bencana tersebut.

“Pemerintah Desa dan masyarakatnya harus bahu-membahu mengamankan wilayahnya masing-masing. Artinya Kepala desa dan jajarannya mesti bertanggungjawab penuh, dengan persoalan Karhutla di daerah administrasi pemerintahannya, tidak bisa diserahkan begitu saja kepada tim penanganan Karhutla dari Kecamatan maupun kabupaten,” ungkap H. Rudianur kepada awak media, Jumat (08/04/2022).

Politisi Partai Golkar ini juga menegaskan, pemerintah daerah harus memberikan sanksi tegas kepada pemerintahan desa, yang tidak perduli dan bahkan terkesan abai terhadap situasi maupun kondisi di desa masing-masing.

“Pemerintah Desa punya anggaran sendiri, dan itu diperuntukkan untuk hal-hal yang bersentuhan langsung untuk kelangsungan hidup masyarakat di desa itu sendiri, kebakaran hutan dan lahan adalah bencana yang bersifat darurat, jadi jangan sampai ada kesan pembiaran yang dilakukan oleh pemerintah desa di daerah kita ini kedepannya,” timpalinya mengingatkan.

Di sisi lain legislator dari Dapil III ini menjelaskan, Presiden RI sudah memberikan instruksi khusus, terkait teknis pencegahan maksimal Karhutla yang harus dilakukan semua pihak dibawah koordinasi TNI dan Polri.

“Pemrintah Desa harus ikut andil pencegahan karhutla atau pemadaman api bila terjadi di wilayahnya, tidak ada alasan untuk tidak terlibat. Kalau tidak terlibat, ambil bagian dalam hal tersebut, kuat dugaan mereka melalaikan tugas ataupun melakukan pembiaran,” tukasnya.

Dia juga menginfokan, bahwa pihak BMKG juga sudah memprediksi kemarau tahun ini, sehingga hal itu harus jadi acuan semua pihak untuk mulai melakukan langkah antisipasi sedini mungkin.

“Jangan sampai di musim kemarau itu nantinya terjadi Karhutla, hingga membuat sumber air bersih mengering, sehingga membuat masyarakat kesulitan. Seperti daerah selatan Kotim, mudahan tahun ini tidak terjadi,” tutupnya seraya mendoakan. (Tim TM Kotim).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here