Diduga Konflik Sengaja Diciptakan, Legislator Minta Sesama Warga Menahan Diri Dan Pemkab Segera Turun

0
134

Sampit, www.tabloidmilitan.com
Komisi I DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, menilai konflik yang terjadi antara masyarakat Desa Patai Kecamatan Cempaga dengan Koperasi Cempaga Perkasa yang notabenenya juga merupakan bagian dari Kepengurusan IUPHKm (Ijin Usaha Pemanfaatan Hutan Kawasan Kemasyarakatan) dengan kata lain sesama warga setempat.

Masih menurut jajaran Komisi I, konflik antara sesama warga masyarakat tersebut adalah konflik tidak berarah, konflik yang syarat dimuati oleh unsur kepentingan.

Hingga Komisi I meminta masing-masing pihak bisa menahan diri, jangan sampai terhasut untuk saling bergesekan dan jangan mau diadu domba oleh pihak perusahaan untuk menguasai kembali lahan yang saat ini menjadi objek sengketa.

“Kami minta agar kelompok Suparman Cs dan Koperasi Cempaga Perkasa jangan sampai terlibat konflik, artinya jangan mau di adu domba, karena saya mengikuti kasus ini sebenarnya konflik itu antara  IUPHKm dengan Perusahaan PT. Wana Yasa Kahuripan Indonesia (WYKI), bukan dengan masyarakat, jadi masyarakat atau koperasi ini jangan mau mengurus urusan yang bukan urusan mereka,” ungkap Ketua Komisi I Rimbun, ST Kamis (07/04/2022).

Politisi PDIP ini juga menekankan, pemerintah daerah dalam hal ini Pemkab Kotim harus segera memfasilitasi masalah ini agar tidak melebar kemana-mana. Menurutnya masyarakat yakni Pihak Koperasi Cempaga Perkasa dalam kasus ini jangan sampai melibatkan diri sehingga memicu gesekan antar masyarakat.

“Inikan soal aturan, jadi kami minta pemerintah daerah kita segera memfasilitasi dan menangani masalah ini, yang mana yang benar ya tegaskan saja, karena kita tidak bicara soal konflik sengketa lahan lagi, tetapi bicara aturan karena memang itu sifatnya final dan mengikat, itu jelas persoalan IUPHKm  dengan PT. WYKI,” timpalnya.

Bahkan Rimbun juga menyebutkan apabila dalam hal ini pemerintah daerah tidak turun tangan, maka rentan akan terus terjadi gesekan sesama warga masyarakat. Namun demikian Rimbun juga meminta kepada masyarakat untuk bisa saling menahan diri sampai permasalahan ini dapat diselesaikan.

“Malah kami menduga konflik antara pengurus koperasi dan IUPHKm ini sengaja diciptakan, sehingga nantinya masyarakat tercerai berai  tidak lagi focus untuk menghadapi ulah  PT. WYKI tersebut. Jadi pada intinya, masyarakat jangan mudah diadu domba karena ada persoalan besar yang butuh kebersamaan dalam memperjuangkannya,” tutupnya. (Tim TM Kotim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here