Guna Antisipasi Pencemaran Sungai, Legislator Komisi II Kotim Ini Minta Pemda Lakukan Ini …???

0
132

Sampit, www.tabloidmilitan.com
Guna mengantisipasi terjadinya pencemaran Sungai Mentaya yang selama ini dinilai kian parah, Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Provinsi Kalimantan Tengah, H. Suprianto, SE., MM meminta agar pihak pemerintah daerqh setempat dapat  menegakkan peraturan daerah.

Politisi PKS ini menekankan, sosialisasi terhadap dampak negatif dari kasus pencemaran tersebut harus terus digencarkan, dengan memaksimalkan peraturan yang sudah ada tersebut.

Bahkan menurutnya pemerintah daerah bertanggungjawab untuk meningkatkan kesadaran masyarakat supaya tidak membuang sampah sembarangan, termasuk aktivitas pengusaha di daerah perairan agar tidak membuang limbah aktivitasnya di sungai.

“Tidak hanya masyarakat yang harus diingatkan, tetapi juga para pengusaha yang beroperasi di perairan kita ini juga harus di perhatikan, karena pencegahan pencemaran air sungai dengan melakukan pengolahan limbah dengan benar menggunakan bahan-bahan yang ramah lingkungan, itu juga merupakan kewajiban bersama, apalagi membuang sampah di air itu perlu ditekankan kepada pihak pelaku usaha di daerah kita,” ungkapn H. Suprianto kepada awak media  Selasa (26/04/2022).

Upaya pencegahan sejak dini itu menurutnya merupakan strategi antisipasi untuk mengurangi volume sampah yang dibuang masyarakat khususnya yang membuang sampah sembarangan termasuk para pengusaha perairan yang nakal membuang limbahnya.

“Upaya pencegahan ini bukan persoalan yang sepele, karena dampaknya sangat besar dan bersentuhan langsung kepada warga masyarakat kita juga, jadi harus menjadi perhatian khusus kita bersama,” timpalnya.

Untuk itu dia juga tidak lupa mengimbau warga masyarakat dan pelaku usaha di bidang perairan agar turut serta menjaga eksistensi lingkungan kita, karena dampak dari pencemaran ini banyak sekali seperti penyakit dan juga bencana alam.

“Lantaran itu kita harus bersinergi, semua elemen harus bahu membahu dalam menjaga lingkungan kita agar tidak tercemar maupun rusak, karena dampak paling berbahaya adalah rentan bencana alam,” pungkasnya. (Tim TM Kotim).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here