Harga Gas Elpiji Subsidi Meroket, Komisi II DPRD Kotim Minta Pemda Lakukan Operasi Pasar

0
236

Sampit, www.tabloidmilitan.com
Mengatasi kelangkaan dan atau meroketnya harga gas elpiji bersubsidi tabung 3 kilogram untuk masyarakat kategori miskin, jajaran Komisi II DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) meminta agar pihak pemerintah daerah melalui instansi terkait membuat operasi pasar Gas Elpiji, baik yang bersubsidi maupun non subsidi untuk menekan harga yang jauh dari Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

“Kami minta pemerintah daerah melalui dinas teknisnya, melakukan kerjasama dengan pihak Pertamina dan agen distributor lainnya untuk membuka operasi pasar gas elpiji ini, terutama di masa-masa akhir bulan Ramadan ini. Daerah harus bisa menekan harga gas yang sudah terlalu mahal melebihi harga HET yang sudah ditentukan oleh pemerintah selama ini,” ungkap Ketua Komisi II Juliansyah T.Sos kepada awak media, Kamis (21/04/2022).

Menurutnya operasi pasar amat penting untuk dilakukan di daerah tersebut, mengingat tingkat kebutuhan masyarakat akan gas elpiji bersubsidi dan nonsubsidi tersebut sangat tinggi. Hal ini dinilai memberikan peluang bagi agen dan para pedagang nakal yang ingin meraup keuntungan secara berlebihan.

“Untuk memutus mata rantai praktek nakal para agen dan pedagang ini, harus kita lakukan langkah-langkah strategis, diantaranya dengan membuka operasi pasar, setidaknya kita bisa menekan dan mengurangi beban masyarakat yang selama ini kian meresahkan dengan harga gas yang sangat mahal tersebut,” timpalnya.

Politisi Partai Gerindra ini menyebutkan, operasi pasar itu sendiri tidak mesti harus menunggu hari atau momen tertentu, bisa saja dilakukan setiap seminggu sekali di beberapa titik, baik perkotaan maupun wilayah pedesaan.

Tambahnya lagi, terobosan tersebut merupakan langkah jemput bola, sembari memaksimalkan fungsi pengawasan baik dari instansi terkait hingga lembaga legislatif.

“Kami tentunya sangat mendukung operasi pasar terkait gas elpiji ini dilakukan, kalau memang bisa dikerjakan kenapa tidak. Artinya membuka operasi pasar ini tidak merugikan daerah ada sisi keuntungan meskipun sedikit, namun masyarakat juga berkurang bebannya, kita tidak bisa mengontrol terlalu detail apa yang terjadi di lapangan namun kita bisa mengurangi hal-hal negatif yang dirasakan masyarakat selama ini dengan langkah-langkah kecil yang bermanfaat,” tukasnya.

Dia meyakini, dengan dibukanya operasi pasar tersebut nantinya, banyak masyarakat yang akan merasa diuntungkan. Sistem operasi pasar dengan mengedepankan jemput bola ini dinilai sangat membantu masyarakat terutama masyarakat dengan ekonomi ke bawah yang selalu menjadi tumbal langka dan mahalnya gas elpiji bersubsidi di Kotim.

“Kami dari Komisi II berharap saran ini bisa cepat di realisasi oleh pemerintah daerah melalui pihak terkait, kalau memang ada kendala kami siap membantu agar masyarakat merasakan dampak positif dengan hadirnya pemerintah daerah di tengah-tengah masyarakat sebagai langkah jemput bola, karena pemerintah yang baik adalah pemerintah yang hadir ditengah-tengah masyarakat terlebih sangat kesusahan seperti sekarang ini,” pungkasnya. (Tim TM Kotim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here