Keluhan Poktan Desa Damparan Di Respon Cepat DKPPP

0
339

Barsel /// tabloidmilitan.com
Adanya keluhan dari Poktan (Kelompok Tani) Desa Damparan Kecamatan Dusun Hilir Kabupaten Barito Selatan Provinsi Kalimantan Tengah, terkait kondisi rusak berat sarana jembatan dan jalan/titian usaha tani, langsung mendapat respon cepat dari Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kabupaten Barito Selatan.

Bahkan respon cepat ini, disampaikan langsung oleh Pj. Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kabupaten Barito Selatan, Ida Safitri, S.P, M.M didampingi oleh Kepala Bidang TPH (Tanaman Pangan dan Holtikultura) Suryaji, S.P, M.M dan Kasi Pembenihan dan Produksi Aida Herawani, S.P, serta di backing oleh salah media televisi saat menyampaikan responnya kepada awak media tabloidmilitan.com, Senin (30/08/2021).

Dalam keteranganya, bahwa pada tahun 2020 lalu, Dinas KP3 telah mengusulkan optimalisasi lahan persawahan atau perbaikan infrastruktur persawahan, yang terdiri dari rehabilitasi saluran, pembuatan pintu-pintu air, pembuatan tanggul, pembuatan jalan dan atau titian usaha tani, serta lain-lain untuk se-Barito Selatan, termasuk salah satunya usulan untuk Desa Damparan.

“Sehingga untuk tahun anggaran 2021 ini Poktan Desa Damparan mendapat dua proyek program pembangunan optimalisasi lahan persawahan, satu dari Dinas PUPR (Pekerjaan Umum dan Pemukiman Rakyat) Kabupaten Barito Selatan dengan sumber dana APBD dan satunya lagi dari Kementerian dengan sumber dana APBN,” terangnya lagi.

“Namun berhubung dalam ketentuannya, tidak boleh ada dua proyek dalam lokus yang sama, sehingga proyek dari Kementerian untuk Desa Damparan tersebut lepas,” ungkapnya menyesalkan.

“Kami menyadari sektor pertanian sangat membutuhkan sumber daya air dalam pengembangan lahan pertanian, sehingga ke depannya kami akan selalu membuka diri dengan Dinas PUPR untuk bersama-sama melakukan koordinasi dan sinergi, agar gagalnya proyek APBN tahun anggaran 2021 ini tidak terulang lagi,” sesalnya

“Namun begitu pada tahun 2021 ini kami tetap memperjuangkan atau mengusulkan kembali untuk bisa terealisasi pada tahun anggaran 2022 nanti, dengan terlebih dahulu melakukan koordinasi dan sinergitas dengan instansi terkait agar hal ini tidak terjadi lagi,” ucapnya menegaskan.

“Disamping kegiatan fisik dari Dinas PUPR tersebut, untuk saat ini kami juga sudah membagi-bagikan benih padi varietas unggul untuk Poktan se-Barito Selatan, termasuk untuk Poktan Desa Damparan sebanyak 13.000 kilogram,” jelasnya lagi.

“Dengan pemberian benih padi unggul tersebut, kami berharap tingkat produksi pertanian kita jauh semakin baik, dimana selama ini hasil panen rata-rata 6 ton per hektar, kedepannya kami berharap bisa di atas 6 ton, dengan begitu kami berusaha merubah mindset petani yang tadinya hanya sebatas untuk konsumsi pribadi akan tetapi kedepannya bisa untuk memenuhi komoditi pasar,” pungkasnya berharap. (Tim TM-SIK/H. Indra Sy. Ikat/Vhivi S. Sy. Ikat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here