Komisi I DPRD Kotim, Minta Pemkab Tindak Tegas Investor Nakal

0
148

Sampit, www.tabloidmilitan.com
Cegah kerugian buat daerah, masyarakat dan lingkungan, Sekretaris Komisi I DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, H. Ardiansyah meminta kepada pihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat agar  dapat menindak tegas setiap investor nakal yang beroperasi di daerah tersebut.

“Tidak sedikit investor bidang industri perkebunan kelapa sawit yang nakal dan hal ini bukan rahasia umum lagi. Jadi dalam hal ini Pemkab Kotim harus tegas terhadap para investor nakal ini, agar menjadi pelajaran bagi investor lainnya untuk tidak melakukan hal-hal yang merugikan daerah dan masyarakat, juga merusak lingkungan,” ungkap H. Ardiansyah kepada awak media, Selasa (12/04/2022).

Legislator PAN ini juga menegaskan, tidak hanya investor di bidang perkebunan kelapa sawit saja, para pelaku usaha yang sering merugikan daerah dan masyarakat, juga merusak lingkungan ini terjadi sektor pertambangan batu bara dan bauksit yang sampai saat ini masih beroperasi di Bumi Habaring-Hurung tersebut.

“Hasil dari pantauan dan pengamatan kami, diduga ada oknum investor salah satu perusahaan khususnya di sektor sawit yang tidak memiliki legalitas yang jelas. Seperti hanya mengantongi izin arahan lokasi namun sudah beraktifitas, sementara hak guna usaha (HGU) nya kita ragukan bahwa itu ada,” timpalnya.

Politusi PAN ini juga menerang, kala baru-baru ini saat mereka Komisi I mengadakan rapat dengan mitra kerja, ada menerima informasi terkait dugaan itu, hingga mereka terkejut karena menilai selama ini pemerintah sudah mengalami kerugian besar mulai dari pendapatan asli daerah (PAD) hingga berimbas pada sektor pajak.

“Hal semacam ini jangan sampai dibiarkan berlarut-larut karena dampak negatif dan kerugiannya bagi daerah,masyarakat dan lingkungan sangat-sangatlah besar, jadi kami berharap Pemkab Kotim menindak tegas hal tersebut sesegera mungkin,” tutupnya. (Tim TM Kotim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here