LGBT, Politis & APBD Akhir Tahun

LGBT, Politis & APBD Akhir Tahun

0
1000

Buntok, www.tabloidmilitan.com – Siar LGBT memang santer bahkan di terang benderangkan, namun sesungguhnya LGBT masih seperti angin lalu yang sepoi-sepoi hangat, ada namun tiada, tiada namun ada (di kira-kira ada) sehingga terkesan di bumingkan untuk menjadikannya politis sehingga semua elemen membincanginya sebagai sebuah habar yang hot bernilai serapan di akhir tahun (di duga, red) menjadikannya momok yang berbasis ekonomi akhir tahun, lantaran ada beberapa hotel yang sempat di tanyai tidak ada satupun hotel yang akan menyewakan ruang aulanya untuk aktivitas para LGBT.

Artinya ini sebaran hoax atau info isapan jempol ibaratnya serangan kentut yang menebar bau tak sedap kemana-mana namun yang kentut malah diam tak mengakui perbuatannya, sehingga semua pada tutup hidung/pintu padahal mereka di dalam cuma nonton televisi sembari minum kopi bersamaan dengan rebusan singkong.

Sebab ada beberapa sumber yang sempat di bincangi yang konotasinya tergolong LGBT namun sehariannya hanya sebagai penggiat kecantikan (salon, red) mereka juga tidak tau bila di sebutkan ada giat LGBT di bumi dahani dahanai Tuntung tulus koreksinya sedikit keberatannya mengapa mereka di hoaxkan dalam sebuah pemberitaan yang tentunya ada konsekuensi hukumnya terutama bagi mereka yang di sebut bancir atau bencong alias waria (wanita tidak pria tidak, red) yang menjadi sasaran LGBT.

Bila memang ada giat LGBT coba carikan siapa orangnya dan apa sih maunya kenapa kami waria kota Buntok tidak diberitahukan, itu jelas fitnah saja bila memang ada giat mereka bila memang tidak benar dan merugikan keuangan negara yach tangkap saja pintanya dengan yakinnya dan meminta jangan tuliskan namanya sesuai kode etik journalismu melindungi narasumbermu ujarnya penuh pengetahuan.

Sayangnya saat pertemuan rutin di Kesbanglinmaspol Kabupaten Barito Selatan dari unsur masyarakat yang termaktub dalam lembaga masyarakat independen tidak ada dilibatkan walau sesungguhnya LSM juga manusia barito selatan namun sayangnya tidak di undangkan.

Hal demikian sebagai hal kebiasaan buruk melihat orang lain sebagai yang tak penting walau sama-sama ada undang undang yang juga menaunginya dan sama menjalankan amanah undang undang & hanya untuk NKRI tercinta juga, bukannya merasa yang paling NKRI sebab dalam perjuangan NKRI rakyatlah yang paling jadi korban dan yang paling menderita untuk NKRI.

Konotasi yang demikian itulah yang perlu di rehabilitasi kan sebagai paradigma mundur yang perlu di sunsangkan agar bisa melihat orang lain setara sama memegang mandat amanah dan undang undang jangan sampai keliru “tak senang melihat orang senang” dan menebar hoax untuk pembenaran bukan kesetaraan tutup penggiat dari aktivis muda senator2000 yang juga ibu dari media yang anda baca ini memberi sedikit kritik positifnya guna “ada” kebersamaan dan kesetaraan dalam pembangunan bukannya pengkerdilan terhadap lembaga lain seolah tak penting. (ikaukah ting)

(TimTM Group/LSM senator2000)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here