Memprihatin Sekaligus Miris Warga Royong Bela Jalan Negara Milik Orde Baru Dan Puluhan Tahun Tidak Tersentuh APBD II

0
1212

Buntok-Reong. www.tabloidmilitan.com.              Sungguh memprihatinkan dan sangatlah miris jalan tembus Desa Reong-Desa Marawan Baru-Dusun Matarem-Kelurahan Pendang puluhan tahun tidak tersentuh APBD II sehingga jalan yang semula ada cor beton yang di bangun pada waktu Orde Baru saja, kini hancur jadi kubangan kerbau dan tidak berbentuk jalan manusia lagi karena termakan waktu ungkap Kakah Jember kepada media ini penuh kekecewaannya, lantaran jalan hancur Ratusan Meter itu saja sampai tidak terlihat oleh Negara berkompeten seperti Wakil Rakyat atau oleh Pemerintah Kecamatan.

Apa mungkin selama ini semua pada tutup mata rapat rapat, sehingga enggan melihat keluh kesah penderitaan panjang warganya yang selama ini merintih menangis penuh kekecewaan ujar Kakah Jember penuh tanya.

apakah ini dampak RESES dan Reses yang terSita karena Wakil Rakyat yang seolah GENGSI, TAKUT & MALU untuk mendekati dan sampai ke tempat kependeritaan rakyatnya, lantaran sudah duduk nyaman di kursi empuknya dengan penghasilan wach selangit ratusan juta perbulannya tambah Kakah Jember perduli yang jati dirinya sangat perduli akan keluh kesah warga masyarakat yang ada di sekitarnya yang menurutnya desanya lah yang kini terlupakan. padahal waktu itu di zaman orde baru Desa Reong pernah menyabet sebagai desa terbaik di seluruh Nusantara sekala Nasional NKRI se-waktu DURMAL DJANGKAN bin DJANGKAN L PUSSI jadi Kadesnya yang hebat tambahnya melorot kritis sambil bernostalgia akan desa kesayangannya.

Atau yang inikah yang jadi biangnya, yang mana malah executivenya yang masa bodoh dan cuek bebek saja dan enggan untuk melihat secara dekat apa yang menjadi momok penderitaan masyarakatnya selama bertahun tahun itu, lantaran lebih banyak di tinggal di ibukota Buntok ketimbang melihat warga masyarakatnya secara dekat bertanggung jawab atau malah hanya duduk diam mendengkur di belakang mejanya sehingga amanah masyarakatnya pun di laci es kan tambah KakahJember penuh curiga. Maka dari itu mereka lupa mendengar penderitaan masyarakatnya lalu ogah jalan jalan mengotori sepatu mengkilatnya hanya untuk melihat kesengsaraan masyarakatnya yang setiap waktu berkutat dengan jalan berlumpur bagai kubangan kerbau itu dan ini di alami warganya puluhan tahun sudah sejak Orde Baru, padahal jalan rusak parah itu hanya ratusan meter saja, yang paling mengecewakan jarak jalan rusak kubangan kerbau itu hanya beberapa kilometer saja dari kursi empuknya, inilah yang membuat sangat mengecewakan tambah Kakah Jember kepada penggiat media ini.

Walau itu sudah teralami puluhan tahun anehnya APBD II yang konon katanya Duit rakyat itupun tidak pernah menetes sampai kepada tangisan masyarakat terutama masyarakat Desa Reong, Desa Marawan Baru, Dusun Matarem Marawan Lama, anehkan ungkap kakah Jember sedikit tidak percaya dengan geliat kerja sang Camat yang konon koordinator wilayah dan Wakil Rakyat yang konon juga jadi Wakil Rakyat.

Mereka sosok yang di anggabnya tidak sesuai tupoksitasnya karena tidak peka dengan penderitaan warganya yang sudah berjalan pedih puluhan tahun dengan jalan hancur kubangan kerbau dan hampir tidak bisa di sebut dengan jalan manusia lagi tambahnya semakin geramnya.

Yang mustahil pula koq warga Desa Reong, Desa Marawan Baru dan Dusun Matarem Marawan Lama hampir setiap hari Minggu, 22.10.2023 lakukan gotong royong untuk memperbaiki dan membenahi jalan berlumpur kubangan kerbau itu dengan bilahan papan agar bisa di lalui dengan selamat dengan sedikit pengorbanan.

Dan kegiatan ini pun sudah di lakukan berminggu minggu bahkan berbulan bulan semenjak adanya kemarau panjang ini dan kegiatan emergency inipun sudah di muati dalam mensos yakni “Aspirasi Masyarakat Barsel (AMB)” namun sayangnya wakil rakyat yang konon katanya wakil masyarakat yang selalu hidup mewah namun sayangnya nuraninya tidak tersentuh teriakan konsekwennya jelasnya lagi cukup melebar.

Dan kamipun terus bergotong royong sampai Jalan kubangan kerbau ini bisa di lewati oleh manusia ujar Ipul Marawan Baru optimis yang di iyakan lagi oleh Bang Sasa warga Desa Reong saat melakukan rutinitas gotong royong ikhlasnya dan di bincangi oleh penggiat madia yang anda baca ini.

Ujar Kakah Jember mereka semua itulah yang sesungguhnya menjadi pejuang jalan kubangan kerbau itu tambahnya sedikit memuji.

Camat Dusun Utara yang juga Kabag Umum di Kantor Pemda Kabupaten Barito Selatan masih berada di Buntok ujar Antang Barito (sebutan redaksi) saat di tanyai keberadaan Camatnya.

Kicauan Kakah Jember cukup memprihatinkan, walau ini masih tahun politik naman warga Desa Reong, Desa Marawan Baru, Dusun Matarem Marawan Lama terus bergotong royong dan masih terus bertepuk sebelah tangan saja walau APBD 2 tetap tidak tersentuh dan terus menjauh, walau jalan kubangan kerbau pun tetap menjadi jalan hantu atau jalan bukan milik manusia, dan sampai kapankah juga kami terus mengalaminya ujar Kakah Jember yang juga perwakilan lsm senator2000 untuk Desa Reong penuh tanya keprihatinan.

Yang tak habis pikirnya mengapa desanya masih terisolir dan terlupakan dan malah tidak tersentuh pembangunan hingga apbd2 pun lewat dan tak mampu menyeka airmata penderitaan panjang warga masyarakat Desa Reong, Desa Marawan Baru dan Dusun Matarem Marawan Lama hingga berita ini di turunkan camatnya pun masih sulit di temui untuk di mintai keterangannya.(Tim TM Barsel/nRoss Sy Ikat/Rediansyah Sy Ikat/Lsm Senator2000/TM)

- Advertisement -
Tabloid Militan
Tabloid Militan
Developer: Idmstore
Price: Free
  • Tabloid Militan Screenshot
  • Tabloid Militan Screenshot
  • Tabloid Militan Screenshot
  • Tabloid Militan Screenshot
  • Tabloid Militan Screenshot
  • Tabloid Militan Screenshot
  • Tabloid Militan Screenshot
  • Tabloid Militan Screenshot
Artikulli paraprakHari Santri Momentum Membentuk Akhlakul Karimah
Artikulli tjetërGelar Sosialisasi Pengadaan Barang/Jasa

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini