Mengenal Sejarah Dan Perkembangan Agama Kaharingan Yang Ada Di Kalimantan Tengah

0
349

Ada begitu banyak hal yang perlu kita ketahui tentang suku Dayak. Tidak hanya tentang indahnya hutan Kalimantan, besarnya pulau Kalimantan, magisnya orang-orang Suku Dayak Kalimantan, tetapi juga tentang hal yang bersifat fundamental seperti agama. Perlu diketahui suku Dayak memiliki agamanya sendiri yang bernama Kaharingan. Hal yang sangat perlu kita ketahui juga bahwa agama Kaharingan ini sudah lama sekali keberadaannya. Bahkan sebelum adanya agama-agama besar yang ada di Indonesia.

Kaharingan merupakan salah satu agama yang dianut oleh suku Dayak didaerah Kalimantan. Kaharingan merupakan salah satu agama tertua yang ada di nusantara. Agama Kaharingan berkembang pada tahun 1957 diperkampungan suku dayak, Kalimantan. Mayoritas Kaharingan terdapat di daerah Kalimantan Tengah. Kaharingan pertama kali dikenalkan oleh Tjilik Riwut.

SEBUTAN TUHAN YANG BERBEDA-BEDA
Sebagai aliran kepercayaan Kaharingan memiliki arti yaitu tumbuh atau hidup.Dan yang lebih uniknya Kaharingan menyebut Tuhan dengan sebutan Ranying Hatalla Langit. Dalam agama Kaharingan ada berbagai macam versi dalam penyebutan Tuhan yang dibedakan berdasarkan wilayah. Misalnya seperti didaerah Barito Tuhan disebut dengan Yustu Ha Latalla, sedangkan didaerah lain seperti Kotawaringin Barat disebut dengan Sanghyang Dewata.

RITUAL UNIK YANG DIMILIKI KAHARINGAN
Kaharingan juga memiliki ritual-ritual keagamaan yang unik.Untuk ritual kematian misalnya yang biasa disebut deengan Tiwah (dayak ngaju),Wara (Barito),ritual mamapas lewu untuk membersihkan suatu daerah dari hal yang negative.Dan masih banyak lagi ritual-ritual lainnya.

KAHARINGAN BERINTEGRASI DENGAN AGAMA HINDU AGAR DAPAT DIAKUI

Penganut Kaharingan sejak tahun 1950,hingga 30 tahun kemudian,pada masa orde baru 1980,keluarlah Surat Keputusan (SK) Nomor: T.M. 49/I/3. Mereka resmi bergabung dengan kelompok agama Hindu, maka disebutlah Hindu Kaharingan. Kenapa dengan agama Hindu? Karena Kaharingan dan Agama Hindu banyak memiliki kesamaan. Dengan berintegrasinya Kaharingan menjadi Hindu Kaharingan, maka penganut Kaharingan menjadi lebih mudah dalam melakukan suatu hal, misalnya saja seperti mendaftar PNS. Sebenarnya dalam integrasi ini ada beberapa penganut Kaharingan yang tidak setuju dikarenakan menurut mereka Kaharingan dan Hindu sangat berbeda entah itu dalam bersembahyang, ritual, bahkan kitab suci.

Sampai saat ini para para penggiat umat Kaharingan masih tetap memperjuangkan Kaharingan agar mendapat pengakuan. Walaupun sedikit harapan yang dimiliki tetapi orang-orang Kaharingan tetap berjuang agar statusnya bisa diakui.

Penulis :
NYEPIANI
Finalis No. 14.
PUTERA PUTERI KEBUDAYAAN INDONSEIA
PROVINSI KALIMANTAN TENGAH
TAHUN 2020.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here