Metode Pembelajaran Sistem Digitalisasi, Tenaga Pendidik Dituntut Melek Teknologi

0
206

Sampit, www.tabloidmilitan.com
Perkembangan teknologi digitalisasi yang begitu pesat, sehingga Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Dra. Hj. Mariani meminta agar setiap tenaga pendidik di kabupaten setempat melek terhadap teknologi. Terlebih mengingat metode sistem pembelajaran sekarang ini pun memanfaatkan teknologi digital itu sendiri.

“Semua sektor saat ini mengandalkan teknologi dalam setiap kegiatannya, termasuk dunia pendidikan, sehingga para tenaga pendidik harus meningkatkan wawasan dan ilmu, agar menguasai teknologi digital tersebut,” ungkap Hj. Mariani kepada awak media, Rabu (06/04/2022).

Legislator Dapil V ini juga menyebutkan, tentunya sebagai seorang tenaga pendidik harus profesional dalam pekerjaannya, sehingga akan terus mengembangkan dan meningkatkan wawasannya menyesuaikan perkembangan zaman, termasuk perkembangan teknologi digital.

“Mengikuti perkembangan teknologi digital bukan hanya semata untuk kebutuhan dasar dalam mendidik saja, juga untuk menciptakan atau mencetak generasi muda yang memiliki SDM (Sumber Daya Manusia) yang siap bersaing mengikuti zaman yang serba modern saat ini. Suka atau tidak suka kedepannya penggunaan teknologi akan semakin gencar, siapa pun akan di tuntut mengikuti perkembangan zaman, termasuk para pendidik,” tegasinya.

Dia juga mengungkapkan, jangan hanya SDM tenaga pendidiknya saja yang di tuntut meningkatkan wawasan teknologi digitalisasi, namun ketersediaan fasilitas sarana prasarana pendidikan yang saat ini dinilai masih sangat minim, terutama di wilayah pelosok daerah.

“Lantaran hal itu, kami mendorong dinas pendidikan bisa duduk bersama pihak-pihak terkait lainnya untuk mengatasi persoalan itu seperti ketersediaan internet di pelosok, jaringan listrik, hingga prasarana lainnya. Dengan kelengkapan fasilitas prasarana dan sarana pendukung, sehingga dapat membantu peningkatan SDM tenaga didik kita, karena tentunya masih banyak tenaga pendidik di Kotim ini yang belum memahami atau menguasai sistem digitalisasi saat ini,” pungkasnya. (Tim TM Kotim).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here