Pasir & Koral Langka, Kepala DPMPTSP Barsel Angkat Bicara …???

0
1160

Buntok, www.tabloidmilitan.com
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Barsel Ripaltha, SE.,MM mengatakan, bahwa langkanya bahan bangunan berupa pasir dan koral disebabkan berbagai hal.

“Langkanya bahan dasar bangunan berupa pasir dan koral memang terkendala yang disebabkan oleh beberapa perijinan pengusaha pasir dan koral ini sudah berakhir(mati, red),” ungkap Ripaltha pada media ini Kamis, (1/9/2022).

Hal ini diterkait dasar regulasi atau aturan untuk penerbitan IUP mineral bukan logam dan batuan (galian C) yaitu Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 55 Tahun 2022 tentang pendelegasian pemberian perizinan berusaha di bidang pertambangan mineral dan batubara.

“Dimana pendelegasian regulasi tersebut diberikan kepada Gubernur selaku Kepala Daerah Provinsi dan tidak dapat disubdelegasikan kepada Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten/Kota,” katanya.

Hal tersebut juga lanjutnya, Menteri ESDM telah mengeluarkan surat edaran Nomor 1.E/HK.03.MEM.B/2022 tanggal 29 Juni 2022 tentang pedoman pelaksanaan Perpres Nomor 55 tahun 2022.

“Namun terkait hal tersebut, Pemprov Kalteng melalui dua instansi Dinas ESDM Provinsi dan DPMPTSP Provinsi Kalteng sedang memproses regulasi turunannya berupa Pergub sebagai Petunjuk Teknis (Juknis) dalam penerbitan IUP mineral bukan logam dan batuan (galian C),” jelasnya.

Ia juga berharap, kiranya dengan regulasi yang ada untuk perijinan-perijinan yang ada di daerah ini pihak Pemprov kalteng menerbitkan Julak dan Juknisnya sehingga apabila keadaan kembali normal yakni IUP galian C akan banyak yang terbit.

“Apabila keadaan kembali normal, yakni ijin UIP pengusaha ijin galian C sudah terbit kelangkaan material pasir maupun batu koral akan kembali normal dan tentunya juga dengan keadaan yang normal tersebut merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Barsel melalui pajak galain C,” pungkasnya (Tim TM Barsel)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here