PDAM Berkontribusi Membuat Tanah Pantai Jadi Abrasi Oleh Air Limbah Yang Di Buang Sembarang, PJ Bupatipun Perhatikan

0
1423

Buntok, www.tabloidmilitan.com.                            Sungguh ironis seorang Direktur PDAM menganggap pembuangan limbah ke tengah pantai/Bantaran sungai Barito sesuatu hal yang biasa dan lumrah-lumbrah saja, padahal air kotor limbah PDAM yang dibuang sembarangan, mengucur deras dari pipa pembuangan menyebabkan (kuat, red) tanah jadi gembur, karena selalu tersirami oleh air limbah kotor hasil dari pembuangan PDAM dan disaat sungai Barito banjir dengan deras pula arus menghanyutkan tanah gembur tersebut ini asumsinya ujar RT23 berteoritas. Disamping itu memang daerah pembuangan limbah PDAM itu merupakan tempat arus air yang cukup deras bila terjadi air banjir.

Ini terbukti saat kunjungan PJ Bupati ke lingkungan RT23 Direktur PDAM lewat tehnisnya menyebutkan “di perbaiki pipa air limbah pembuangannya juga percuma maka kami biarkan saja” tuturnya.

Koq bisa begitu dan anehnya juga tidak masuk logika, sementara warga RT23 bersibaku gotong royong kerja sosial berjuang agar pipa air limbahnya tidak mendatangkan musibah dan marabahaya maka kamipun meminta dengan otoritas PDAM untuk di kondusifkan air kotor limbahnya, namun lucunya koq jawabnya malah demikian simplenya dan tidak menggambarkan perusahaan daerah yang bertanggung jawab kepada lingkungannya. Terlihat dengan jelas PDAM tidak mau memperbaiki pipa air limbahnya, yang jelas jelas sudah merugikan warga masyarakat lingkungan dia berada (PDAM, red) tanpa mau melihat apa saja dampaknya (amdalnya), sesuai jawaban direktur PDAM saat di temui di kantornya, penulispun di suruh sana sini kaya bola dulu baru bisa bertemu dengan orang nomor satu di PDAM dengan sebutan Direktur.

11.08.2023 belum pukul 10.00. penulis bertemu dengan orang nomor satu di PDAM itu yakni Rona Cipta, ST dan angkat bicara menyebutkan soal limbah air kotor hasil industrinya memang “akan kami tanggulangi bila ada petunjuk dari pemerintah daerah dan kemauan warga itu pun kami akan di koordinasikan kepada pemerintah dan tindak lanjutnya pun kami masih menunggu petunjuk tuturnya sumbringah kepada penulis sembari memohon diri, karena ingin mengambil kiriman ujarnya.

Jelas sudah sikapnya, seolah dia tidak sabar ingin segera menyudahi perbincangannya.

Terkesan dirinya (PDAM, red) tidak ingin perduli dan tidak mau mendengar apa yang menjadi harapan warga yang sudah di sampaikan kepadanya persuasif tambah Ketua RT23 terheran heran melihat sikap PDAM yang (terkesannya) tidak ingin ambil pusing.

Seakan dirinya tidak mau melihat warga RT23 dan aktivis lsm senator2000 yang sudah susah susah bekerja membantu mengamankan dampak limbahnya beberapa hari yang lalu dengan berswakelola menjatuhkan ban mobil bekas di pusat longsor, di mana air limbahnya di buang jelas RT23 kepada media.

Padahal rupiah yang di raupnya selama ini, bertabur airmata, harta, nyawa juga darah dan keringat warga, betapa tidak-tanah sudah longsor hanya beberapa jengkal saja dari tongkat rumah tinggal warga masyarakat RT 23, namun pihak PDAM malah enggan memperbaiki pipa saluran pembuangan air limbah kotornya dengan kerja cepat jangka pendek yang selama ini sudah sangat merugikan warga masyarakat lingkungan RT23 kecuali ada koordinasi pemerintah, padahal ini sudah emergency terang

Ketua RT23 mengatakan :. “Biasanya usaha milik pemerintah harusnya bisa memberi rasa aman bila tidak mau memberi rasa nyaman atau sebaliknya. “Tidak ingin tau” ujar RT23 sedikit gerah melihat sikap acuh PDAM,

Betapa tidak geram, sudah di tutur penuh rasa dari hati ke hati agar air limbah industrinya janganlah di buang sembarangan di atas pantai bantaran karena bisa membawa dampak negatif yang sangat merugikan warga di sekitarnya namun sayangnya ajakan manis persuasif ini tidak pula membekas dalam sikapnya, saat ada kunjungan PJ Bupati dalam melihat secara langsung ada longsoran abrasi di sekitar RT23 pdampun menyebut “percuma di perbaiki” sementara direktur PDAM pun tidak hadir saat itu kecuali beberapa bawahannya saja jelas cili yang di benarkan juga oleh adi abah reren marawan kepada awak media.

Padahal kita warga masyarakat, RT23 dan lsm senator2000 sudah bahu membahu bekerja sosial gotong royong memberikan contoh suri teladan pisitif kepadanya agar bisa melihat air limbah yang di buangnya namun hendaknya tidak merugikan lingkungannya, tapi sayangnya suri teladan yang sudah di perbuatkan di depan hidungnya seolah tidaklah bermampaat dengannya sebab sampai berita ini. (Tim TM Barsel / Rediansyah SY Ikat/ LSM Senator 2000)

- Advertisement -
Tabloid Militan
Tabloid Militan
Developer: Idmstore
Price: Free
  • Tabloid Militan Screenshot
  • Tabloid Militan Screenshot
  • Tabloid Militan Screenshot
  • Tabloid Militan Screenshot
  • Tabloid Militan Screenshot
  • Tabloid Militan Screenshot
  • Tabloid Militan Screenshot
  • Tabloid Militan Screenshot
Artikulli paraprakDinkes Laksanakan Survei Kesehatan Indonesia
Artikulli tjetërNaik Motor, Pj. Bupati Kunjungi Desa

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini