Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial Harus Bisa Fasilitasi Masyarakat

0
313

Sampit, www.tabloidmilitan.com

Sekretaris Fraksi PAN DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) M.Kurniawan Anwar menjelaskan, sudah semestinya keberadaan perpustakaan yang berbasis inklusi sosial bisa memfasilitasi masyarakat dalam mengembangkan setiap potensi diri.

Dalam konteks ini menurutnya, perpustakaan merupakan wadah sosial yang nyata sehingga azas kepentingan bersifat sosial merupakan suatu keharusan. Selain dinilai dapat menampung keberagaman budaya, dengan keilmuan yang disediakan oleh Perpustakaan melalui berbagai sumber adalah terobosan yang layak untuk dijadikan acuan oleh setiap warga masyarakat.

“Dari situ kita bisa melihat berbagai keberagaman budaya, dan belajar untuk menerima setiap perubahan yang positif, serta menawarkan kesempatan untuk berusaha, maka kami harapkan masyarakat akan mempunyai keahlian beragam dengan adanya perpustakaan ini,” ungkapnya Jumat (05/08/2022).

Disisi lain Ketua Komisi IV ini menyebutkan, pengembangan potensi yang dimiliki oleh masyarakat dapat disalurkan melalui program perpustakaan berbasis inklusi sosial itu sendiri. Hanya saja menurutnya tergantung pada keseriusan pemerintah daerah dalam menerapkan beragam ilmu yang sudah disediakan dalam bentuk buku maupun lainnya tersebut.

“Artinya perpustakaan ini dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat kita, namun demikian perlu juga meningkatkan penggunaan layanan oleh masyarakat sesuai dengan kebutuhan masyarakat itu sendiri,” timpalnya.

Dirinya juga mendukung dengan adanya sebuah payung hukum untuk menaungi dan memberdayakan perpustakaan daerah ini. Dalam rangka membangun sebuah komitmen dan dukungan untuk transformasi perpustakaan dia berharap semua pihak harus dilibatkan.

“Karena kita sadari bahwa keberadaan perpustakaan ini merupakan alat pendukung program pemerintah untuk meningkatkan mutu pendidikan dan SDM kita di daerah juga jangka panjangnya,” tutupnya. (Tim TM Kotim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here