Tak Mau Terima Informasi Di Belakang Meja, Legislator Bima Santoso Tinjau Langsung Penderitaan Warga Dusun Ubar, Tragis …!!!

0
203

Sampt, www.tabloidmilitan.com
Tak mau mendengar informasi dari belakang meja, Sekretaris Fraksi PKB DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, Bima Santoso baru-baru ini meninjau langsung ke lapangan dengan adanya keluhan warga masyarakat Dusun Ubar Desa Tanah Putih, Kecamatan Telawang, terkait masalah listrik, masalah tenaga kesehatan dan juga masalah keberadaan para guru-guru.

“Benar, disana banyak sekali permasalahan, mulai listrik yang belum ada, tenaga kesehatan juga tidak ada, padahal gedung Polindesnya sudah berdiri megah, terus juga saya lihat kondisi fisik bangunan perumahan guru juga sudah sangat tidak layak huni sehingga tidak ada guru yang mau menetap disana,” ungkap Bima kepada awak media, Kamis (17/03/2022).

Bima juga beranggapan, dengan adanya benerapa permasalahan disana, dirasa perlu sekali adanya sentuhan dan perhatian dari Bupati Kotim dan juga dinas terkait yang  membidangi fasilitas yang ada diwilayah tersebut. Dia bahkan menegaskan dari hasil komuniksi dengan para tetua adat, tokoh masyarakat dan tokoh muda disana, ada beberapa poin yang di sampaikan, seperti tidak adanya nakes (tenaga kesehatan) hingga tidak ada guru yang mau menetap di Dusun Ubar tersebut.

“Faktor penyebabnya lantaran fasilitas hunian untuk para guru-guru memang tidak ada kalaupun ada sudah sangat tidak layak huni, sarana air bersih juga tidak ada, ditambah lagi jaringan listrik pun juga tidak ada hingga mereka enggan untuk tinggal disana. Sementara untuk masalah nakes ini, menurut kami adalah hal yang sangat penting dan krusial sekali karena berdampak untuk kesehatan, keselamatan dan kesejahteran masyarakat disana,” ungkapnya lagi prihatin.

Bahkan legislator di Komisi IV ini mengaku sempat kaget setelah meninjau langsung Dusun Ubar, dimana jalan menuju lokasi Dusun Ubar ini menurutnya sangat sulit untuk dijangkau lantaran kondisi jalan yang rusak parah, dan terdapat 7 titik lobang yang besar-besar.

“Infrastruktur jalan yang sangat rusak parah terutama dengan tujuh kubangan besar tersebut, sehingga  akses menuju Dusun Ubar sangat susah sekali untuk dijangkau, hal ini menjadi salah satu penyebab kenapa guru-guru dan nakea yang bertugas disana engan untuk tinggal atau pulang pergi. Ini butuh perhatian khusus semua pihak,” timpalinya.

Dia juga meminta agar pihak Perusahaan Besar Swasta (PBS) yang beroperasi diwilayah tersebut turut memberikan perhatiannya melalui CSR dan lainnya sehingga warga masyarakat merasakan adanya keuntungan dengan kehadiran setiap investor diwilayah mereka.

“Kami minta pihak PBS yqng beroperasi di wilayah tersebut, untuk turut memberikan perhatian serius, terutama menyangkut persoalan listrik, kesehatan, pendidikan dan lainnya, karena hal tersebut berkenaan dengan kesejahteraan masyarakat sekitar yang merupakan bagian dari tanggung jawab perusahaan itu sendiri,” tutupnya (Tim TM Kotim).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here