Wacana Transisi Menuju Endemi, DPRD Kotim Minta Pemda Perlu Melakukan Persiapan Serius

0
249

Sampit, www.tabloidmilitan.com
Adanya rencana pemerintah pusat mengtransisi Pandemi Covid19 menjadi Endemi, menanggapi hal itu Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur, (Kotim) H. Rudianur menilai diperlukan persiapan secara matang dari pemerintah daerah terutama beberapa aspek yang mengarah pada perbaikan kondisi ekonomi dampak dari pandemi itu sendiri.

“Menanggapi rencana pemerintah pusat melakukan perubahan status Covid-19 dari Pandemi menjadi Endemi, maka dari itu pemerintah daerah Kotim ini harus melakukan persiapan beberapa hal secara matang, terutama berkaitan dengan pemulihan ekonomi yang merupakan dampak paling besar pandemi selama ini,” ungkap H. Rudianur kepada awak media, Jumat (13/05/2022).

Politis Partai Golkar ini juga menegaskan, Covid-19 yang sudah berlangsung selama dua tahun terakhir ini sudah barang tentu menguliti semua aspek, baik sosial hingga ekonomi pada umumnya. Bahkan pembatasan tatap muka, dan juga kelangkaan bahan pokok, matinya usaha masyarakat merupakan buntut panjang dari kasus virus mematikan itu.

“Dampak dari Covid19 selama ini, kita ketahui bukan hanya kematian manusia di tanah air akibat terkontaminasi virus tersebut, akan tetapi juga berkaitan dengan semua kondisi sosial, ekonomi, kesehatan bahkan psikologis juga terdampak paling berat, usaha masyarakat macet, harga bahan pokok menjadi naik, dan sekolah pun terpaksa sistem daring sehingga semua itu harus ada upaya pemulihan kembali,” timpalnya.

Tidak hanya itu Legislator Dapil V ini menekankan agar pemerintah daerah memperkuat ekonomi daerah sebelum transisi endemi dilaksanakan. Dia menilai pemulihan segala sektor pasca pandemi merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kembali suasana positif di daerah.

“Konsep menjaga dan menerapkan prokes itu harus dibiasakan, sehingga kita tidak gagal dalam melaksanakan endemi kedepannya,” tutupnya. (Tim TM Kotim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here