Pelansir Panjang Mengular Sejak Malam Bagai “Begal Yang Kebal, Meresahkan”

Buntok, www.tabloidmilitan.com.
Sungguh ironis dan sangat mengganggu, barisan mobil para pelansir panjang mengular sampai ke ujung jalan karau toh aman aman lancar manis saja, ini terkesan kenapa di biarkan dan sungguh mengganggu lalu lintas jalan umum ujarnya sedikit emosi dan gerah.
Tapi anehnya lagi, mengapa tanpa ada atensitasnnya yang perduli darinya para penegak hukum berkompeten terangnya lagi terheran-heran.
Saya ini seorang warga jalan karau terangnya,(sebut saja anai anai nama sebutan redaksi) karena yang bersangkutan tak mau namanya di cantumkan dalam perbincangan itu. sungguh dia sangat merasa resah juga sangat jengkel, koq selama ini (terkesan) di biarkan ujarnya.
Lihat itu keberadaan parkir mobil sejak malam malam begitu dan tanpa lampu pula, sungguh membahayakan kami di jalan karau sini tambahnya. Sebab keberadaan mobil yang berjejer itu bisa saja membuat warga jalan karau ini celaka, bila tidak hati hati ujarnya lagi.
Bisa saja tersenggol, sebab mobil mereka tanpa ada lampu atau rambu dan itu sangat mengganggu jelasnya pula.
Rabu.,23.07.2026 saat penulis melihat kondisi lapangan memang sangat benar, sudah tanpa lampu, bannya juga masuk ke jalan aspal, bagai moyangnya saja yang punya jalan ini ujarnya classic.
Saat mati lampu PLN baik PJU maupun rumah warga terasa gelap gulita, bila tidak hati hati bisa saja kita celaka
tertabrak mobil pelansir yang berjejer mengular di jalan utama tanpa lampu itu jelasnya sangat kecewa dan resah.
Sungguh benar benar mengganggu dan meresahkan ujar yang lain menambahkan saat di bincangi, saat malam gelap gulita itu.
Kehadiran para pelansir itu juga bagai begal BBM di SPBU dan itu ada di depan mata mereka, toh harga BBM eceran di warung warung pinggir jalan tetap juga mahal selangit, dan lagi mereka mengambil keuntungan paling sedikit 40% tambahnya resah.
Sungguh ironis dan mencekik leher, keberadaan para pelansir juga tidak meringankan harga malah membuat mahal dan mencekik leher, mau ikut antri di SPBU, percuma juga sebab terlalu lama menunggu, sebab SPBU di penuhi para begal dan tanpa memberi kita kesempatan yang sama ujarnya pesimis dalam kecewa beratnya.
Bila kita tidak pakai helm aduh sangat getol mereka aparat perduli, tapi saat gilirannya para pelansir mengular panjang melanggar aturan mereka toh diam seribu bahasa. Lihat itu, dengan parkir sejak malam tanpa lampu pula dan itu tentunya sangat-sangatlah mengganggu jelasnya lagi. Koq “para aparat penegak hukumnya malah diam” atau “tidur tanpa ada rasa perdulinya tanyanya dalam herannya.
“, padahal slip sedikit saja bisa-bisa “nyawa taruhannya” tutupnya sangat merasa terganggu.
Namun sayangnya pihak penegak hukum berkompeten terdekat, walau di chad tidak pernah merespon sampai berita ini di publish masih nihil atensitasnya.
(Tim TM Group Barsel)


















