BBM Mahal Menjelang Nataru Bisa Untuk Memperkaya Diri.
Buntok, www.tabloidmilitan.com
Apa ini Permainan/sekandalkah antara para pelansir yang setiap hari menguasai SPBU dengan SPBU dan oknum sang back up yang konon katanya koordinator para pelansir BBM di setiap SPBU di bumi Batuah.
Biar kami bayar lebih asal derijen yang kami bawa dari rumah bisa di isi semuanya artinya kami keluar rumah dalam bekerja tidak sia sia terang Amang Marem. Seperti hari ini Sabtu 06.12.2025 derijen saya penuh semua untuk saya bawa pulang contohnya, ujar Amang Marem yang memang datang jauh dari Kecamatan Dusun Utara sedikit pongah kepada Awak media yang sedang membincanginya lantaran terkesima melihat ke 7 derijennya sudah penuh semua padahal waktu baru pukul 10.00 wib, pagi.
Saya beli 40 liter atau 2 derijen partamax dengan harga Rp.530.000,-maka spbupun mendahului saya ujar amang Marem (nama buatan redaksi karena yang bersangkutan tidak mau sampai terendus namanya) sangat yakinnya. Namun yang mengherankan kenapa BBM peralite dan Pertamax langka dan mahal di kios kios pinggir jalan seolah oleh menghilang dan terkesan ada yang mengaturnya sehingga Pertamax di jual Rp.20.000,-/liter seperti yang ada di jln Palangkaraya kalahien tepatnya di daerah raut yang mana aslinya penulispun alami sendiri.
Anehnya lagi semua komponen terkait berkompeten strategistis benyem tunis/diam seribu bahasa membiarkan keadaan ini bias ulas amang Marem lancar bagai seorang politisi. Bagai di mandikan dengan es crim, terhypnotis artinya dingin namun manis di kantong yang dia rasakan, namun pahit bagi warga masyarakat tambah amang lagi pedas.
Sebagai warga kota Batuah kota buntu nan montok artinya buntu bagi warga yang mau melapor kemana tak terayomi, namun montok pagi para oknum dan manis pula bagi para pemback up karena bisa memperkaya diri di tengah kedukaan rakyat tambah Aloen seorang pembeli BBM yang sejak tadi mendengarkan perbincangan antara journalis/penulis dan pelansir hangat tutupnya manis sedikit mengkritisi. (Tim TM investigasi)



















