Kondisi tempat mandi cuci Butun Desa Hulu Tampang yang sepi setelah tercemar akibat aktivitas PT. ARTA USAHA BAHAGIA
Buntok. www.tabloidmilitan.com. Hulu Tampang adalah salah satu dari 18 Desa yang ada di Wilayah Kecamatan Dusun Utara, Kabupaten Barito Selatan Provinsi Kalimantan Tengah, yang merupakan desa terujung pada wilayah daratan Kecamatan Dusun Utara dan berbatasan langsung dengan Wilayah Kabupaten Tetangga yaitu Kabupaten Barito Utara.
Dalam perkembangannya wilayah Desa Hulu Tampang akan menjadi lintas dari jalan dari berapa perusahaan batubara. Beberapa waktu yang lalu, salah satu perusahaan batubara yaitu PT. Arta Usaha Bahagia (AUB) melakukan pembukaan jalan baru.
Dalam prosesnya, PT. AUB melakukan pembukaan jalan baru dengan proses melalui wilayah desa Hulu Tampang yang berada di Kilometer 18. Akibat dari proses pembukaan jalan tersebut, tempat permandian umum dan cuci utama bagi warga masyarakat Desa Hulu Tampang akhir tercemar.
“Sekarang tempat mandi cuci (MC) umum bagi warga kami sudah tidak bisa digunakan, karena airnya sangat keruh atau kotor sekali” ungkap Hendri salah satu warga Desa Hulu Tampang yang bertempat tinggal di KM. 18 pada media ini. Kamis, (8/5/2025).
Menurut Hendri, tempat mandi cuci tersebut adalah Butun yang menyerupai danau yang mana sebelum tercemar airnya sangat jernih dan merupakan tempat mandi cuci hampir 90% warga Hulu Tampang.
“Biasanya kalau sudah sore hari hampir 90% warga desa mandi di butun, tapi sekarang sudah hampir tidak ada lagi warga yang melakukan aktivitas mandi cuci ditempat tersebut” jelas Hendri prihatin.
Sementara itu Antang salah warga Hulu Tampang juga membenarkan bahwa danau kecil yang biasa disebut Butun, yang sebelumnya menjadi tempat favorit untuk mandi cuci akhirnya tidak bisa dijadikan tempat mandi cuci.
“Biasanya kalau sudah sore hari, di Butun ini sangat ramai dari yang dewasa sampai anak-anak mandi dan berenang di Butun” pungkas Antang prihatin.
Terkait hal tersebut ketika akan di konfirmasikan kepihak PT. AUB sampai berita ini diterbitkan belum ada tanggapan. (Tim TM Barsel/R SY. Ikat)



















