Masyarakat Barsel Belum Merdeka Dari Para Pelansir Begal BBM, Negara Tutup Mata

0
108
Oplus_0

Masyarakat Barsel Belum Merdeka Dari Para Pelansir Begal BBM pertalite Bersubsidi.Negara tutup mata???

Masyarakat Barito Selatan Belum Merdeka Dari Para Pelansir Begal BBM pertalite Bersubsidi di beberapa spbu (,3,buah spbu) untuk memperoleh Pertalite maupun Gas Melon Bersubsidi dari mereka para begal yang sibuk memperkaya diri walau meski merampas/merampok hak orang lain.

Buntok, www.tabloid_militan.com.

Bukan hanya di aceh atau tanah papua saja yang masyarakat nya ingin merdeka, tapi kota buntok pun sama ingin mardeka dari penjajah para pelansir begal bbm pertalite bersubsidi, yang senantiasa dan selalu menguasai pertalite bersubsidi di tiga (3) spbu di barsel tanpa jeda seakan mereka sedang pertontonkan bahwa mereka kebal hukum dan tidak tersentuh hukum, walau memperlakukan bbm pertalite bersubsidi menjadi harga industri (Rp 17.000,- bisa lebih) semaunya dan seenaknya untuk memperkaya diri sendiri atau orang lain, walau meski mengangkangi hukum terang amang dady kecewa dan merasakan negara belum bisa memberi rasa merdeka kepada warganya walau sudah HUT RI ke 81 ungkapnya kecewa.

Kenapa Negara koq meski kalah dengan para penjajah dan begal pertalite bbm bersubsidi ujar amang seolah bertanya dan tak percaya kepada negara.

Ada apa koq negara tutup mata !!!

Tambah amang parah

Sekian bulan ini sudah warga buntok menderita lantaran tidak bisa memperoleh pertalite bbm bersubsidi dari spbu yang tak perduli, lantaran di kuasai oleh para begal pelansir yang mengular sampai ke Jalan Karau Jalan Agung mengganggu lalu lintas ungkap ibu-ibu jalan karau sangat gusar.

toqh bbm pertalite tetap juga mahal tidak terkendali lantaran negara diam membisu jelasnya lagi.

Beli di warung warung mahal sampai seharga Rp.17000/liter Pertalite, beli bbm bersubsidi di SPBU penuh dan di kuasai oleh para begal pelansir, lalu kemana bbm mereka yang di beliinnya tiap hari itu dari spbu, sementara tidak juga menurunkan harga eceran di warung warung kecil di pinggir jalan jelas nunun nama buatan redaksi seorang warga jalan karau mengeluhkan pedihnya di jajah oleh para pegal para pelansir dan hukum mandul tidak perduli tidak peka dengan penderitaan masyarakatnya gumam nunun.

Para begal pelansir yang menggunakan mobil dapat 30 liter tidak puas mereka bawa lagi sepeda motor (matic) sampai tiga (3) unit sepeda motor lagi, bahkan ada yang bawa enam (6) unit sepeda motor sekaligus perseorangan saking rakusnya oleh tidak ada pengawasan akhirnya kebablasan dan seenak perutnya ungkap ulvah (gadis pelansir nama sapaan redaksi) yang bareng suami jadi begal pelansir di SPBU yang juga tidak mau kalah sudah bawa nmax merah juga bawa scoopy lagi ungkap nunun menonjok temannya kepeda penulis bahwa itulah kondisi riil di spbu dalam membegali minyak pertalite bersubsidi tanpa ampun dan tanpa solusif seenak perutnya.

Senin 17.08.2026 saat problema itu di sampaikan kepada polres barito selatan bahwa masyarakat barsel belum merdeka walau sudah di proklamirkan sejak 81 tahun. Namun untuk memperoleh bbm bersubsidi pertalite dari spbu tentulah tidak mudah melewati para penjajah, para begal pelansir yang sudah menguasai spbu tanpa tindakan nyata dari para penegak hukum sehingga mereka lebih sumbringah dan besar kepala jelas seorang aktivis dari lsm senator2000 yang biasa di sapa amang dady dari sekretariat guzung zharram penuh keprihatinan dan pesimistis murka.

Walaupun ini momentum HUT RI ke 81 lanjut amang dady kecewa.

Dengan momentum hut proklamasi 81 tahun ini, maka “dalam waktu singkat akan kami tindak tegas” apalagi sampai berlebih ungkap polres barsel lewat kasat reskrimnya AKP Rahmat Tuah, SH., M.Hum  (putra asli barsel) berjanji dan menutupi wawancaranya.

(Tim TM Group)

- Advertisement -[appbox googleplay screenshots com.idmstore.tabloidmilitan]
Artikulli paraprakAli Sadikin : Kesra Antar Sampai Bandara PPK KKN UGM Pamit Pulang.