Sebelum RDP, Oknum Lurah Tumbang Talaken Sudah Ancam Warga, “Lapor Polisi”

0
1322

 

Gunung Mas Tumbang Talaken, www. tabloidmilitan.com. Biang awalnya soal Dana Kompensasi yang diberikan oleh pihak PT. PBS yang bergerak dalam sektor Perkebunan Kelapa Sawit, saat ini malah menuai polemik di tengah masyarakat yang ada di tiga kecamatan di Kabupaten Gunung Mas (Gumas), Kalimantan Tengah. Pasalnya Oknum Lurah Tumbang Talaken berinisial GRN, (diduga) mengancam warga yang ingin tau kejelasan mengapa harus di potong tanpa kejelasan yang kongkrit (akan) melaporkan perihal tersebut ke pihak instansi yang lebih berwenang yang seharusnya pro rakyat yakni DPRD Kabupaten Gumas, Kalimantan Tengah ujar tokoh talaken itu penuh keyakinan

Hal ini disampaikan pula oleh salah satu warga Kelurahan Tumbang Talaken Kecamatan Manuhing Silvanus Dio IKT Riwut atau biasa disapa Dio ini merupakan putra kelahiran asli desa/ kelurahan Tumbang Talaken Kecamatan Manuhing dan dilahirkan di besarkan didesa ini juga katanya.

Kepada media ini, bapak ini mengatakan, sebelumnya selang satu (1) hari masuknya surat aspirasi masyarakat Tumbang Talaken, yang dikoordinir bersama dua (2) rekannya, Sutikno dan Igo Susanto ke DPRD Kabupaten Gumas serta tembusan bupati Gunung mas, tanggal 22 nopember 2022.

oknum Lurah Talaken malah sudah memposting lampiran surat aspirasi itu ke media sosial FB tanpa memosting isi suratnya dengan nada ancam- mengancam kepada warganya yang sudah melakukan bertanda tangan di surat aspiratif tersebut, ” kata Dio heran, Rabu (15/02).

Namun Dio, perwakilan masyarakat penerima calon kebun Plasma Kelurahan Tumbang Talaken, menyebutkan warga yang bertanda tangan dalam surat itu ada berjumlah 77 orang bertekat tetap yakin benar.

Dalam ancamannya itu lurah malah meminta warga mengudurkan diri dan meminta maaf padanya di kantor Kelurahan Tumbang Talaken berturut – turut Tiga (3) kali serta mengancam akan melaporkan kepada pihak berwajib atau ke kantor polisi dalihnya.

Dan “Meminta warga menandatangani surat pernyataan yang dibuatnya, Sedangkan masyarakat berpikir singkat saja tidak tahu apa kesalahan, koq Lurah menyuruh warga yang bertanda tangan serta minta maaf, kenapa risih bila benar” sebut Dio, ini datanya ujarnya sambil memperlihatkan hasil screnshot status Oknum Lurah Tumbang Talaken ini dalam media sosialnya bebernya.

Akun Facebook bernama Icha Lovely Aja, yang diketahui dan diduga milik Lurah Tumbang Talaken berinisial GRN dengan nama lain atau nama palsunya. Dengan nada keras telah mengacam sejumlah warga yang bertanda tangan dalam surat, yang intinya warga ini hanya mempertanyakan Dana yang telah diberikan oleh Lurah ini kepada warga berapa jumlahnya mengapa di potong itulah yang jadi keberatannya jelasnya rinci.

“Sebelum memberi tanda tangan, kita pun harus waspada, jeli dan hati hati jangan sampai ada perangkap yang merugikan dan kita terjebak di sana, Kami masih menunggu 2×24 jam.

Bagi warga yang bertanda tangan Segera klarifikasi meminta maaf secara tertulis kekantor kelurahan anehkan ada intimidasi kepada warganya sendiri. Kami tidak akan mundur membawa ranah ini ke kepolisian dan hukum. Atas pencemaran nama baik kami. Dan kami menunggu etika baik kordinator yang memprovokasi warga untuk meminta maaf secara tertulis. 2 x24 jam ini apa sich maksudnya. Jangan main main dengan menuduh didalam surat tanpa ada bukti dipegang. Tabe, ” tulis akun Icha Lovely Aja di Facebook, tanggal 24 November 2023 lalu ini apa maksudnya.

Selain itu tulisnya lagi, “Dalam Waktu 3×24 jam. Nama nama dibawah ini, segera klarifikasi dan minta maaf secara tertulis di Kantor Kelurahan. Bila tidak, akan kami selesaikan dengan pihak yang berwajib. Pencemaran nama baiklah, seolah risih.

Masalah potongan itu adalah simpanan pokok dan wajib koperasi. Bukan Kelurahan yg memotong uang warga. Kami hanya membagi. Tabe,”

“Kamu saudara lgo, Sutikno, Silvanus dan diong Saya tunggu etika baik kalian 1 x 24 jam. Bila tidak minta maaf kekantor kelurahan secara lisan dan tertulis maka Saya adukan kalian ke kantor polisi, kalian hanya provokator, ” tulisnya lagi di group Media Sosial FB, warga Tumbang Talaken, beberapa waktu lalu.

Tentunya hal ini sangat disayangkan sekali, apalagi oknum berinisial GRN adalah sebagai panutan warga kelurahan Tumbang Talaken, Kecamatan Manuhing, Gumas, kenapa lewat media sosial FB kenapa tidak di panggil saja secara resmi biar undang undangnya cukup satu (1) saja tidak menjalar ke UU ITE lagi tambahnya.

Apa yang dilakukan warga adalah hal yang wajar dalam mempertanyakan hak-haknya terkait dana Kompensasi yang telah disalurkan untuknya. Karena masyarakat sangat berharap sekali akan kehadiran kebun Plasma Kelapa Sawit yang telah dijanjikan oleh pihak Perusahaan Perkebunan Kelapa Sawit didaerahnya itu benar benar nyata adanya.

“Warga hanya menyampaikan aspirasinya ke DPRD Gumas sebagai wakilnya di pemerintahan dan lagi surat itu di tembuskan juga kepada Gubernur Kalteng serta dinas instansi terkait biar ada kejelasan yang kongkrit. Hal inipun hanya mempertanyakan dana yang dipotong itu saja, untuk apa? dan kenapa ada pemotongan yang nilai riilnya cukup signifikan (bagi warga kecil) kanapa tidak dimusyawarahkan sebelumnya agar ada kejelasan yang bertanggung jawab sehingga tidak di anggab pungli atau menyalah gunakan jabatan guna kepentingan pribadi (memperkaya diri), ” ungkap Silvanus Dio ini menegaskan.

Terkait penyimpangan sistem ketidak merataan dan ketidak-adilan, contohnya masyarakat Tumbang Talaken terdaftar di PT. ALS 580 KK di PT. KHS 153 KK di PT. TPA 45 KK. Kenapa tidak sama dan di SK bupati PT.KHS 153 orang saja tutupnya heran. (Tim TM GunungMas /LSMSenator2000 / Rediansyah Sy Ikat)

- Advertisement -
Tabloid Militan
Tabloid Militan
Developer: Idmstore
Price: Free
  • Tabloid Militan Screenshot
  • Tabloid Militan Screenshot
  • Tabloid Militan Screenshot
  • Tabloid Militan Screenshot
  • Tabloid Militan Screenshot
  • Tabloid Militan Screenshot
  • Tabloid Militan Screenshot
  • Tabloid Militan Screenshot
Artikulli paraprakOknum Lurah Tumbang Talaken Potong Dana Kompensasi Plasma
Artikulli tjetërEmpat Pelaku Narkoba Ditangkap

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini