Siswa Berkelahi, SMKN 1 Buntok Lakukan Ini …???

0
855

Buntok, www.tabloidmilitan.com
Bilamana ada siswa berkelahi, baik sesama siswa satu sekolah ataupun berkelahi bahkan tawuran dengan siswa dari sekolah lain, untuk mengatasi hal tersebut pihak SMKN 1 Buntok sebagai sekolah dengan sertifikat ISO (Internasional Organization for Standardization) sudah miliki SOP (Standar Operasional Prosedur) yang bersifat tetap dan baku.

Hal itu disampaikan langsung oleh Kepala SMKN 1 Buntok Kabupaten Barito Selatan Provinsi Kalimantan Tengah, H. Jokolelono, S.Pd, M.M kepada awak media ini di ruang kerjanya, Selasa (22/02/2022).

“Biasanya bila ada sesama siswa dalam satu kelas berkelahi, alurnya akan diatasi atau akan diselesaikan oleh wali kelas dari siswa tersebut, namun bilamana antar kelas akan diselesaikan oleh dua wali kelas masing-masing, juga bisa langsung di tangani oleh Guru BP,” ungkap H. Joko sapaan akrab Kepala SMKN 1 Buntok menjelaskan.

Dia juga menjelaskan, Kepala Sekolah baru turun tangan bila memang pada tingkat Walikelas hingga Guru BP tidak bisa terselesaikan.

“Kalau proses penyelesaian masuk ke ruangan Kepala Sekolah, biasanya pihak sekolah akan mengundang orangtua siswa yang bertikai untuk dicarikan solusi penyelesaian hingga pihak-pihak yang bertikai tidak saling mendendam satu dengan lainnya, tidak ada pihak yang diuntungkan dan dirugikan,” jelasnya lagi.

Dan satu hal yang perlu diketahui, untuk mengatasi hal-hal yang berkaitan dengan kenakalan remaja ini, terutama masalah perkelahian antar siswa, SMKN 1 Buntok juga sudah berkoordinasi dan bekerjasama dengan pihak PolPP dan Kepolisian, dalam hal ini Polsek Dusun Selatan.

“Jadi bila terjadi perkelahian yang tidak bisa diatasi oleh pihak sekolah, maka kami akan meminta bantuan dari kawan-kawan PolPP dan Polsek Dusun Selatan, sehingga bisa diselesaikan sesegera mungkin,” lanjutnya ramah.

Namun begitu, karena pelakunya rata-rata masih berusia pelajar atau masih dibawah umur, maka perkaranya pun akan diselesaikan dengan cara tertutup sebagaimana diatur dalam UU PPA (Perlindungan Perempuan dan Anak).

“Akan tetapi sanksi berat akan kami berikan bagi siswa yang memang susah atau tidak bisa dibina lagi, melakukan pelanggaran tata tertib sekolah berulang-ulang, maka siswa tersebut akan kami kembalikan ke orangtuanya masing-masing,” pungkasnya mengingatkan. (Tim TM/Rabudiannoor Sy. Ikat/Chandra I. Sy. Ikat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here