Barito Selatan Memiliki Penghafal Al Quran

0
1142

Barito Selatan  sangat bangga memiliki penghafal Al Quran

Buntok. www.tabloidmilitan.com.                  Inilah yang Menyejukkan Sekaligus Bisa Membawa Keberkahan untuk Kabupaten Barito Selatan setidaknya ada 114 Santri di Wisudakan dan juga di karantinakan Tahfizh Qur’an dalam Program 20 Hari bulan Ramadhan.

Adapun sebanyak 114 orang santriawan dan santriawati ikuti Wisuda angkatan VI Karantina Tahfidz Qur’an Program 20 Hari bulan Ramadan Hafalan Qur’an Kabupaten Barito Selatan Tahun 2025 ini, Kamis 20 Maret 2025 malam di GPU Jaro Pirarahan Buntok.

Para santriawan dan santriawati tersebut di wisuda setelah mengikuti kegiatan sejak tanggal 27 Februari 2025 hingga 20 Maret 2025 atau total selama 22 hari masa karantina. Kegiatan tersebut ditutup secara resmi pula oleh Bupati Barito Selatan H. Eddy Raya Samsuri melalui Plt. Asisten III Setda Barito Selatan Eko Hermansyah.

Dalam sambutannya Bupati melalui Asisten III mengatakan, atas nama pribadi, masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Barito Selatan kami menyambut baik dengan diselenggarakannya wisuda dan karantina tahfizh qur’an program 20 hari bulan ramadhan untuk hafal Al qur’an di Kabupaten Barito Selatan.

Kegiatan wisuda hafizh Al qur’an ini memiliki peran penting dalam upaya menumbuh kembangkan minat baca Al Qur’an di kalangan masyarakat secara luas sehingga program pemerintah untuk membumikan Al Quran dapat terwujud dengan nyata dan cepat terangnya.

“Melalui wisuda santriwan dan santriwati tahfidz ini juga patut untuk kita syukuri karena di Kabupaten Barito Selatan tercinta kita ini akan muncul ahli-ahli Al qur’an dan penghafal-penghapal Al-Qur’an yang akan memakmurkan nilai agama .hingga ke pelosok pelosok desa dalam wilayah Kabupaten Barito Selatan tambahnya Kita patut memberikan apresiasi kepada para panitia dan penyelenggara, ustadz muhafizh dan ustadzah muhafizhah, yang secara serius dan konsisten dalam membina para santri hafizh atau penghafal al quran.

Kami bangga dengan tekad para panitia dan penyelenggara, ustadz muhafizh dan ustadzah muhafizhah yang secara ikhlas dan istiqomah membimbing para calon kader penjaga kemurnian al quran tanpa kenal lelah dan rela mengorbankan waktu, tenaga, pikiran dan bahkan material demi tujuan mulia. Berkat tangan dingin dan ketulusan mereka, Alhamdulillah kita memiliki calon-calon generasi Al qur’ani yang mampu menjaga dan memelihara kemurnian al quran secara utuh dan bertanggung jawab. Insya-allah, kedepan Kabupaten Barito Selatan akan memiliki para penghafal al quran yang bisa menyejukkan dan membawa keberkahan bagi daerah ini”, ujar Eko Hermansyah sangat yakin.

Dikatakan Eko Hermansyah, kami menilai, keberadaan karantina tahfizh qur’an ini merupakan bentuk pendidikan nilai-nilai al quran dalam membina kepribadian seorang muslim sejak usia dini. seorang muslim akan dapat mengamalkan nilai-nilai islam dengan baik jika ia sudah bisa menghafal al qur’an karena salah satu kewajiban umat islam terhadap al-qur’an selain membaca dan mengamalkannya adalah menghafalkannya.

“Kami berpesan kepada para santri yang telah khatam menghafal Al Qur an, supaya menjaga hafalannya. Karena dengan menjaga hafalan alqur’annya itu, tentu akan lebih sulit ketimbang menghafalnya. Menghafal al qur’an itu mudah bagi yang mau menghafalnya, namun yang berat adalah untuk memelihara hafalannya ujarnya, sembari mengharapkan kepada para orang tua yang anaknya telah menyetor hafalannya. Kami ingatkan supaya senantiasa mengingatkan juga mendampingi secara terus menerus untuk kelestarian hafalannya. Ingatlah bahwa orang tua yang memiliki anak hafizh Al qur’an nantinya akan mendapat mahkota yang berkilauan dan sinarnya mengalahkan sinar matahari di yaumul qiyamah terangnya sedikit berdalil.

Sementara itu Ketua Panitia yang sekaligus pengasuh Pondok Pesantren & Tahfizh Al Qur’an Nurul Adhar Asy Syarif Barito Selatan, Ust. HM. Sibawaihi dalam bacaan laporannya mengatakan, kegiatan ini semula direncanakan hanya 20 hari, namun atas izin Allah, alhamdulillah dapat dilaksanakan 22 hari.

“Anak-anak yang berhasil lulus karantina sampai dengan wisuda pada malam hari ini sebanyak 114 orang santri, terdiri dari 44 orang program Tahsin percepatan Belajar Al qur an dengan metode tilawah, dan 25 orang program tahfiz Pra penghafal Alquran pemula, serta 45 orang program Tahfidz Pro penghafal Al qur an profesional”, ujar HM. Sibawaihi seraya mengatakan, visi, sejak dini belajar membaca Al qur,an dan misi, pandai dan pintar membaca, mengkaji Al Qur’an dengan tafsir.

Pada acara wisuda tersebut juga disampaikan penghargaan kepada satriawan dan santriawati terbaik, yakni setoran terbanyak hafalan Putri di peroleh antara 1 sampai 8 just oleh :1. Nabila Ayu Lestari, 2. Musdalifah Azhar. 3. Hasna Humaira. 4. Deya Sabilla Ramadhani. 5. Gledish Aura Chyntia Gunawan. 6. Asyila Faradhiba. 7. Gelby Alby Shaffira. 8. Fatma Huljannah, 9. Adinda Aylarifa Hidayat. 10. Asy Syifa Zahidah

Sedangkan Putra:sangup menghapal fari yang terbanyak yaitu 22 just dan yang paling sedikit yaitu 8 just yaitu:i1. Ahmad Al Farisi. 2. Muzakki Al-Azhar. 3. Muhammad Royyan Hafili, 4. Muhammad Ramadhan, 5. Abdul Majid. 6. Adnan Oktar, 7. Ahmad Al-Ma’Turidi,  8. Ahmad Shafwan Mudzakir. 9. Sulaiman Rasyid, 10. Ahmad Khairul Huda . (Tim TM Barsel)

- Advertisement -
Tabloid Militan
Tabloid Militan
Developer: Idmstore
Price: Free
Artikulli paraprakRSUD Jeraga Sasameh Ingatkan Pasien Penguna BPJS Harus Sesuai Aturan.
Artikulli tjetërDPRD Buka Bersama Hari Ke-20

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini