Kapolda Datang Pelansir BBM Bersubsidi Sepi ??? Ada Imposible Hands.
Buntok. www.tabloidmilitan.com. Mendadak sepinya para pelangsir pada hari rabu dan kamis (10.11/09.2025) SPBU yang ada di bumi Batuah terkesan senyap
Ini semua terjadi menurut beberapa kalangan lantaran ada kunjungan Kapolda Kalimantan Tengah, dalam rangka memberikan secara langsung bantuan sembako kepada masyarakat Kabupaten Barito Selatan khususnya Das Barito, ucap tancap gas begitu redaksi menyebutnya karena dirinya enggan di publiks “demi keamananlah” tandasnya.
Hiruk pikuk dan ramenya para pelansiran yang menancapkan kukunya di SPBU yang ada 3 buah di bumi Batuah ini dalam merampok BBM bersubsidi itu, berarti ada sipengendalinya sebagai imposible handsnya lanjutnya.
Para pelansirpun merasa aman, nyaman terlindungi sehingga terkesan berkuasa atas minyak masyarakat yang berlebel bersubsidi dan terkesan para pelansir itu kebal hukum bahkan tidak tersentuh hukum walau kenderaannya menggunakan tangki modipikasi terangnya lagi.
Aneh memang namun itulah realitas bumi Batuah yang sesungguhnya saat ini yang tidak rahasia lagi, keberadaan para pelansirpun terkesan lebih di utamakan dan di lindungi ketimbang non pelansiran tambahnya lagi.
Yang mengherankan lagi “begitu orang nomor satu pemegang kekuasaan atas hukum di bumi tambun bungai Kalimantan Tengah, tidak kecuali bumi Batuah terlihat adem, bersih teratur, seakan semua duduk pada tempatnya. Atau bahasa hukumnya presisilah gumamnya pula. Tapi begitu petinggi pulang ke bumi tambun bungai, lagi lagi pelansiran pun kembali tancap gas berkuasa lagi di semua SPBU merampas BBM bersubsidi namun semua pada diam saja” terangnya.
Tangki modipikasipun lancar, motor blong tidak ada surat-surat dan kelengkapan lainnya tetap aman lancar terkendali bagai di tengah hutan rimba. Saat hal ini di pertanyakan kepada salah seorang pelansir yang menyebutkan itu bagian dari profesinya/pekerjaannya, “kami bayar” ucapnya lugas.
Makanya bila ada kunjungan petinggi dari Palangkaraya 10.09.2025 kamipun (para pelansir penguasa BBM bersubsidi di SPBU) di suruh stop dulu (berhenti beraktifitas melansir minyak bersubsidi milik rakyat di SPBU), tapi bila si petinggi itupun pulang, maka kamipun di beritahukan bisa lanjut melansir minyak bersubsidi di SPBU sebagaimana sedia kala bisiknya pasti, namun dalam suasana takut, bimbang dan waspada pula. Sembari meminta namanya jangan sampai terexpose, “gawat nanti bisa bisa piring nasiku jadi terbalik” tutupnya rawan dan lirih. (Tim TM Barsel Grub)



















