Ultah GURU gemuruh Dalam Kesunyian
Buntok, www.tabloidmilitan.com. Miris melihat para guru-guru, koq hari ulang tahunnya di ucapkan selamat ultah hanya oleh dirinya sendiri, seakan para guru-guru tidak memiliki teman, alumni dan “bekas murid/siswa”. Lucunya lagi mereka seakan puas dengan beronani ria, dengan mengucapkan “selamat ulang tahun” kepada ulang tahunnya sendiri, koq bisa ???.
PGRI yang selama ini membentengi para guru cuma tidur dan menikmati iuran, bisanya mencela anggotanya sendiri bila ada salahnya tapi kesalahannya malah tidak bisa di kritisi, padahal seperti hari guru ini, malah sunyi dari baleho, spanduk dan ucapan selamat ultah guru, tentu ini ada sebab musababnya, kenapa semua orang enggan berucap selamat hari guru itu, PGRI tentu bisa melihat ini dan memikirkannya bersolusi, bukan puas cuma untuk diri sendiri. Senin 25.11.2024 pas hari PGRI, menurut salah satu guru senioritas sebut saja “Dewi” nama sapaannya daripada nga ada yang berucap, biarlah kami lelucon saja mengucap ultah kami sendiri biar malu ujarnya, sebab ketiadaan yang lain kilahnya saat di minta pendapatnya tentang hari dirinya.
Begitu juga dengan guru yang lain sebut saja hardim bukan nama yang sebenarnya sepertinya “kami hidup sendiri, walau kami tau guru bukan orang hebat tapi dari tangannya lah banyak orang orang hebat tambahnya pesimistis. Mungkin mereka lupa tambahnya karena ultahnya di ucapkan oleh diri sendiri tanpa ada orang lain.
Hardin mengatakan: “Seharusnya kami sama sebab kami juga pejuang kebodohan, keterbelakangan dan ketertinggalan namun aneh naik pangkat kami tidak bisa otomatis harus memiliki syarat yang segudang penuh penindasan dan menghabiskan banyak duit, koq tidak sebagaimana ASN lainnya dan juga polisi, yang mana mereka juga asn yang mana sipil yang di persenjatai, naik pangkatnya otomatis 4 tahun sekali dan bisa penyimpangan kurang dari 4 tahun”.
Ada seorang guru sebut ja oleh Redaksi ‘Rossi’ yang jauh-jauh datang dari desa cuma ingin ikut apel hari guru di ibukota terangnya.jauh-jauh datang apel hari guru ke ibu kota kabupaten mudah-mudahan bisa menunjang angka keridit kepangkatannyanyang super mahal ujarnya dangan kecewanya.
Dia menambahkan Kenapa kami di kerdilkan dan di bedakan untuk di persulitkan. Inilah beda nyata bahwa kami guru masih tidak di lihat sebelah matapun dan di anggap pahlawan tanpa tanda jasa atau setaranya pahlawan tak berguna tutupnya singkat dan kecewa. (Tim TM group)



















