Komisi IV Kotim Minta Dishub Sosialisasi Kecepatan Maksimal Truk

0
536

Sampit, www.tabloidmilitan.com
Masih banyaknya sopir truk yang menguber truknya melebihi dari kecepatan maksimal terutama di kawasan jalan padat kendaraan, membuat anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Handoyo J. Wibowo meminta agar pihak Dinas Perhubungan (Dishub) setempat mulai melakukan sosialisasi bahkan hingga melakukan penindakan terhadap truk-truk tersebut.

Ditegaskannya Dinas Perhubungan dalam hal ini wajib melakukan pengawasan dan bahkan penindakan, terhadap para sopir truk yang memacu kendaraannya dengan kecepatan diatas maksimal sesuai petunjuk teknis dan aturan yang ada berkaitan dengan truk angkutan terlebih ketika bermuatan.

“Kami minta instansi terkait dalam hal ini dishub harus aktif dalam melakukan pengawasan dan sosialisasi kepada para sopir truk angkutan yang melintas di jalan umum terlebih yang membawa muatan, agar tidak melebihi kecepatan maksimal sebagaimana yang sudah ditentukan,” ungkapnya kepada awak media ini, Kamis (26/05/2022).

Politisi partai Demokrat ini juga meminta, sosialisasi yang dilakukan oleh Dishub bisa dilakukan bersama-sama dengan pihak Satlantas Polres Kotim, terutama sosialisasi terkait kecepatan maksimal yakni 40 kilometer perjam terlebih pada lokasi padat kendaraan.

“Selama ini, banyak keluhan-keluhan dari masyarakat yang kami terima, terutama di jalan-jalan padat kendaraan, seperti jalan Kapten Mulyono itu kerap kali rentan menyebabkan kecelakaan, selain padat kendaraan di jalan tersebut juga kurang pengawasan, padahal jalan tersebut bukan peruntukan sebagai jalur angkutan karena kapasitas maksimal 8 ton, atau termasuk jalur dalam kota,” timpalinya.

Dia juga kembali menegaskan, ketika mereka (truk angkutan) masuk dan melintas dalam kota, maka akan muncul berbagai pertanyaan dari masyarakat, namun demikian bukan hal tersebut yang harus di perhatikan, melainkan pengaturan kecepatan kendaraan angkutan dan wajib mengalah kepada pengendara lain agar tidak menimbulkan kecelakaan.

“Jadi terkait itu, diperlukan bahkan harus diawasi dan ditegaskan sehingga tidak ada pembiaran. Sering kali kami menerima aduan kendaraan angkutan tersebut melebihi kecepatan ditambah tidak mau mengalah kepada pengguna jalan lainnya seperti mobil dan sepeda motor, hal semacam ini akan rentan menimbulkan dampak negatif ditengah masyarakat,” tutupnya. (Tim TM Kotim).

- Advertisement -
Tabloid Militan
Tabloid Militan
Developer: Idmstore
Price: Free
  • Tabloid Militan Screenshot
  • Tabloid Militan Screenshot
  • Tabloid Militan Screenshot
  • Tabloid Militan Screenshot
  • Tabloid Militan Screenshot
  • Tabloid Militan Screenshot
  • Tabloid Militan Screenshot
  • Tabloid Militan Screenshot
Artikulli paraprakKomisi II DPRD Kotim Minta Pemerintah Daerah Intervensi Harga TBS
Artikulli tjetërDukung Program Kampung Iklim DLH Barsel, PT. Adaro Indonesia & PT. BUMA Serahkan Bantuan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini