Komisi IV Kembali Soroti Truk Angkutan Masuk Jalan Dalam Kota

0
580

 

Sampit, www.tabloidmilitan.com. Anggota Komisi IV Handoyo J Wibowo Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) kembali angkat bicara soal truk angkutan berat, yang masih menggunakan jalur dalam kota hingga saat ini. Menurutnya aksi membandel yang dilakukan para pelaku usaha atau sopir ini harus segera di tindak tegas.

 

Handoyo mengatakan: “Apalagi beberapa hari terkahir kembali ada kabar korban meninggal dunia akibat truk yang parkir di wilayah permukiman dan jalan raya. Ini jangan sampai dibiarkan, tindak tegas dan harus ada upaya pengarahan dari instansi terkait,” Selasa (20/09/2022).

 

Handoyo juga menekankan selain berisiko terjadi kecelakaan lalu lintas karena padatnya kendaraan, truk yang tidak taat aturan itu juga dinilai memicu laju kerusakan jalan dalam kota. Para supir truk angkutan beralasan dengan rusaknya Jalan Mohammad Hatta atau lingkar selatan menjadi dalih para sopir sehingga harus tetap melintasi jalan dalam kota.

 

Handoyo menegaskan: “Dalam konteks ini pemerintah daerah seharusnya sudah sejak lama melarang truk masuk melintasi jalan dalam kota. Jalan kita menjadi cepat rusak, sisi lainnya rentan menimbulkan dampak negatif yakni kecelakaan”.

 

“Sementara itu kita ketahui pemerintah kabupaten hanya bisa melakukan perawatan sebagai solusi sembari menunggu pemerintah provinsi, lakukan itu dan pihak PBS juga harus turut ambil andil,” Pungkasnya (Tim TM Kltim)

- Advertisement -
Tabloid Militan
Tabloid Militan
Developer: Idmstore
Price: Free
  • Tabloid Militan Screenshot
  • Tabloid Militan Screenshot
  • Tabloid Militan Screenshot
  • Tabloid Militan Screenshot
  • Tabloid Militan Screenshot
  • Tabloid Militan Screenshot
  • Tabloid Militan Screenshot
  • Tabloid Militan Screenshot
Artikulli paraprakTindak Tegas Truk Kebut-kebutan Dalam Kota
Artikulli tjetërPengelolaan Sampah Belum Maksimal Di Kotim

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini