Ingin Lebih Kembangkan Objek Wisata, Pemdes Turan Amis Berharap Surplus Pemda Bartim

0
245

Tamiang Layang, www.tabloidmilitan.com
Pemdes (Pemerintah Desa) Turan Amis Kecamatan Raren Batuah Kabupaten Barito Timur (Bartim), Kalimantan Tengah berharap ada dana surplus dari APBD II ataupun dari APBD I hingga dari APBN untuk pengembangan objek wisata Dam Turan Amis yang selama ini merupakan salah satu objek wisata favorit warga Bartim dan kabupaten sekitarnya.

Hal itu disampaikan oleh Leonardus selaku PAW Kades Turan Amis, mengantikan kades sebelumnya yang meninggal dunia dan baru dilantik tanggal 10 Januari 2022 lalu, saat di bincangi oleh awak media ini di kediamannya, Jumat (25/03/2022) malam.

“Objek wisata Dam Turan Amis ini, memang selama ini sudah menjadi salah satu destinasi objek wisata favorit di Barito Timur. Lantaran hal itu, perlu dukungan semua pihak, terutama Pemda Bartim melalui instansi terkait, agar destinasi objek wisata ini bisa dikembangkan lebih baik dan terus lebih baik lagi,” ungkap Leonardus ramah.

Bahkan, akuinya sebelum wabah pandemi covid19 terjadi, Objek Wisata Dam Turan Amis bisa melibatkan warga desa berkisaran antara 50 hingga 75 orang setiap hari sabtu dan minggu.

“Setiap hari sabtu dan minggu, pengunjung objek Wisata Dam Turan Amis ini membludak, karena pengunjung yang datang tidak hanya warga Bartim saja akan tetapi dari kabupaten tetangga sekitarnya,” jelasnya.

Dia juga menjelaskan kalau warga Turan Amis yang merupakan desa transmigrasi sebagian besar bekerja sebagai pekebun dan berjualan pentol dan es keliling.

“Namun setelah adanya objek wisata ini, mereka pun rata-rata berjualan disekitaran sini saja, begitu pula masyarakat lainnya membantu sesuai dengan kemampuannya, seperti jadi tukang parkir, bagian kebersihan lokasi, bagian keamanan dan lain sebagainya. Semua itu dikoordinir oleh Pemdes dan dikelola secara profesional melalui Bumdes,” timpalinya.

Dengan begitu, jelasnya Pemdes mendapatkan PAD (Pendapatan Asli Desa), demikian juga masyarakat baik secara langsung ataupun tidak langsung mendongkrak/memperbaiki perekonomian keluarga.

“Namun setelah adanya wabah pandemi covid19 tadi yang hingga sekarang masih terjadi, objek ini mengalami penurunan drastis, sehingga antara ada dan tiada PAD masuk. Padahal dengan PAD itulah sebagai dana pengelolaan, dana pengembangan dan juga sebagai dana operasional lainnya,” terangnya.

“Maka dari itu, kami berharap dukungan semua pihak terutama kepada Pemda Bartim agar bisa membantu kami dalam hal pengembangan objek wisata ini,” pungkas Leonardus berharap. (Tim TM Bartim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here