Komisi II DPRD Kotim Minta Dinas Terkait Lakukan Program Pembinaan Para Peternak

0
216

Sampit, www.tabloidmilitan.com
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Timur (Kotim) melalui dinas terkait diminta agar terus memperhatikan sektor peternakan yang saat ini dinilai masih membutuhkan pembinaan secara berkala oleh instansi terkait.

Hal itu disampaikan langsung oleh Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) Provinsi Kalimantan Tengah, Juliansyah T. S.Sos kepada awak media, Senin (11/04/2021)

“Banyak hal yang mesti diperhatikan terutama memberikan pembinaan melalui program khusus, yang semestinya dilakukan secara berkala dan kontinyu, itu langkah yang tepat ketika kita ingin mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan masyarakat pada umumnya,” ungkapnya.

Politisi Partai Gerindra ini juga menekankan, untuk meningkatkan kualitas dan juga penghasilan bagi daerah melalui berbagai sektor di Kotim, perlu adanya upaya serius dari pemerintah daerah untuk mengedepankan setiap program yang sudah menjadi target tiap tahunnya.

Dia menyebutkan, bahwa sejauh ini upaya pemerintah untuk memaksimalkan program itu sendiri masih dinilai belum optimal sehingga daerah Kotim sendiri masih terus bergantung dari daerah luar sebagai pemasok, seperti daging sapi, daging ayam dan ikan.

“Daerah kita ini sebenarnya mampu berbagai kebutuhan masyarakat, seperti memproduksi daging, baik ayam, sapi, sampai pada ikan. Terkait anggaran pun kami rasa sangat mampu, tetapi pelaksanaannya secara teknis tentunya tidak hanya terbatas pada bantuan-bantuan yang berupa fisik saja, seperti bibit dan lainnya, tetapi lebih fokus kepada pembinaan yang berkelanjutan, harus di awasi secara profesional dan itu harus rutin, agar tidak terjadi penyimpangan misalnya, atau human error lainnya,” tukasnya.

Menurutnya, juga yang tidak kalah penting adalah bagaimana program tersebut nantinya juga bisa mengarah pada pembinaan dalam rangka mengembangkan Sumber Daya Manusia (SDM) dibidang tersebut, dengan sistem pengawalan yang maksimal sampai para SDM ini benar-benar mampu menjadi contoh bagi peternak lainnya dengan kata lain sudah masuk pada kategori profesional.

“Dengan begitu, ketergantungan daerah kita terhadap daerah lain tidak¬† terlalu signifikan, seperti dari Banjarmasin misalnya, yang selama ini memasok ikan, daging sapi sampai pada ayam dan juga telor. Nah ini yang harus menjadi perhatian utama semua pihak,” pungkasnya. (Tim TM Kotim).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here